Di tengah kegiatan itu, perhatian mereka juga beberapa kali tertuju kepada siswa SMP yang berada di museum. Para siswa tersebut bahkan beberapa kali mengajak mahasiswa internasional untuk berfoto bersama.
Pembina mahasiswa internasional UMC, Vicky Melwani MBA mengatakan kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. “Kami mengajak 12 mahasiswa internasional UMC dari The Gambia, Ghana, dan Sudan untuk mengunjungi Museum Cakrabuana,” kata Vicky Melwani.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa internasional untuk mengenal Cirebon tidak hanya dari lingkungan kampus, tetapi juga melalui budaya dan kesenian yang tumbuh di tengah masyarakat.
Baca Juga:Mesin Investasi Terus Dipacu, Rp3,23 Triliun Sudah Masuk Kabupaten CirebonBerkat Kartu Identitas di Tas Pinggang Yaya Carya, Korban KM Virgo asal Cirebon
Meski kemampuan bahasa Indonesia mereka belum lancar, kata Vicky, para mahasiswa internasional itu menunjukkan ketertarikan untuk mengenal budaya Cirebon. “Walaupun dari segi bahasa mereka belum lancar, mereka tertarik untuk mempelajari budaya Cirebon,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa itu, perjalanan ke Museum Cakrabuana mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, dari balik kaca lukisan, bentuk topeng, motif batik dan berbagai ornamen yang mereka lihat, mereka menemukan potongan cerita tentang Cirebon, kota yang selama beberapa bulan terakhir menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka. (*)
