RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mengalokasikan sekitar Rp5,3 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni 2026 untuk perbaikan delapan ruas jalan di wilayah Kota Cirebon.
Dari delapan ruas tersebut, Jalan Cipto Mangunkusumo telah selesai diperbaiki. Sementara perbaikan Jalan Kalilunyu-Benda Kerep masih berlangsung, sedangkan enam ruas lainnya segera dikerjakan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kota Cirebon Totong Rusmawan mengatakan, anggaran tersebut dialokasikan untuk menangani sejumlah ruas jalan, baik jalan protokol maupun nonprotokol yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Baca Juga:Perwosi Jadi Wakil Jabar di Kerjunas Senam KreasiVerifikasi Puluhan Bidang Tanah di Kawasan Hutan, DPKPP Sebut Penataan untuk Kepastian Hukum
“Untuk APBD murni, kami sudah mengalokasikan sekitar Rp5,3 miliar untuk perbaikan delapan ruas jalan,” kata Totong kepada Radar Cirebon.
Dari delapan ruas tersebut, Jalan Sumurwuni atau Kalilunyu-Benda Kerep dan Jalan Cipto Mangunkusumo mendapat alokasi anggaran cukup besar.
“Anggaran paling besar di Jalan Sumurwuni atau Kalilunyu-Benda Kerep dan Jalan Cipto Mangunkusumo. Untuk Jalan Cipto ini fisik sudah selesai, tinggal secara administrasi nanti kita sedang berproses,” ujar Totong.
Adapun enam ruas jalan lainnya yang masuk dalam program perbaikan APBD murni yakni Jalan Gunung Lawu, Jalan Kedung Krisik, Jalan Kesenden, Jalan Pancuran, Jalan Kesatria, dan Jalan Nyi Mas Rara Santang.
Totong menyebut sejumlah ruas jalan tersebut memang membutuhkan penanganan karena kondisinya sudah mengalami kerusakan. Salah satunya Jalan Kedung Krisik yang dinilai mengalami kerusakan cukup parah.
“Kalau kita lihat, jalan-jalan tersebut sudah cukup lumayan parah. Terutama yang Kedung Krisik, itu sudah parah banget, sudah hancur, sudah seperti jalan kampung,” katanya.
Menurut Totong, perbaikan tidak hanya difokuskan pada jalan protokol. Pemkot Cirebon juga menangani jalan nonprotokol yang menjadi akses masyarakat menuju kawasan utama.
Baca Juga:Perjuangan Felisa Louise Menembus Podium OSN 2026, Dari C++ ke AI, Satu-satunya Perempuan yang Mendapat MedaliHadi Winoko Pimpin Igornas Kota Cirebon
“Bukan hanya jalan protokol sebetulnya yang berkewajiban untuk kita perbaiki. Jalan-jalan akses menuju protokol juga dilalui masyarakat. Jadi kita pengennya berimbang antara jalan protokol dan nonprotokol,” katanya.
Ia menjelaskan, penanganan jalan nonprotokol disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Sejumlah ruas mendapatkan alokasi sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta.
