RADARCIREBON.ID – Penolakan terhadap rencana proyek geothermal di kawasan Gunung Ciremai memanas.
Koordinator aksi, Ismah Winartono menyebut, penolakan merupakan puncak keresahan masyarakat terhadap isu eksploitasi panas bumi di kawasan Ciremai.
Menurutnya, geothermal tidak boleh hanya dilihat dari sisi investasi dan energi, tetapi juga harus mempertimbangkan keselamatan ekologis serta keberlanjutan sumber air dan pertanian masyarakat.
Baca Juga:Ketua DPRD Kuningan Diperiksa Kejari Soal Tunjangan DewanBelanja Pegawai RAPBD Kuningan 2027 Tinggi, Ancaman Ruang Fiskal Jadi Sorotan
“Kami menuntut pemerintah daerah melindungi alam Kuningan demi kehidupan rakyatnya. Proyek geothermal ini adalah ancaman nyata bagi ruang hidup dan sumber air kami,” ujarnya.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengungkapkan, bahwa Pemda Kuningan hingga kini belum menerima dokumen resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai perizinan, penetapan WKP, maupun pelelangan proyek geothermal di Gunung Ciremai.
“Sampai hari ini, surat resmi pemberitahuan dari pusat, khususnya dari Kementerian ESDM, belum kami terima. Kami belum mengetahui terkait adanya perizinan, penetapan WKP, atau bahkan lelang,” katanya.
Dia menyebut, informasi tersebut juga telah dikonfirmasi dalam rapat koordinasi bersama Balai TNGC Kuningan. Pihak balai juga belum menerima informasi tertulis dari pemerintah pusat.
Pemda Kuningan, kata Dian, tidak ingin mengambil sikap hanya berdasarkan informasi yang beredar. Setiap keputusan harus berpijak pada dokumen resmi dan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Namun, ia juga menegaskan bahwa jika rencana tersebut benar-benar akan dijalankan, pemerintah daerah menginginkan adanya kajian publik secara terbuka dan komprehensif.
“Dasar tindakan pemerintah itu adalah surat resmi. Kami menuntut agar diadakan dulu kajian publik secara terbuka, transparan, dan komprehensif. Kami sebagai pemerintah daerah juga ingin mengetahui secara pasti dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:PBB dan Koramil Kadugede Berbagi lewat Jumat BerkahDana Desa Terpangkas, Pembangunan Terbatas
Sementara itu, Sekda U Kusmana menegaskan, posisi daerah dalam konsep pengembangan Kawasan Rebana. Kuningan sejak awal diarahkan sebagai kawasan hijau yang bertumpu pada pariwisata dan pertanian.
“Kami menegaskan bahwa Kuningan adalah zona hijau, kawasan pengembangan pariwisata dan penopang pertanian. Dalam proyek Rebana sendiri, tidak pernah ada sedikit pun pembahasan mengenai pengembangan geothermal untuk wilayah Kuningan,”ujarnya.
