Aditya menegaskan, persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut uang Rp190 juta. Menurut dia, kasus tersebut juga menyentuh kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kabupaten Kuningan.
“Kami menilai ini bukan soal uang, tetapi nama baik Kabupaten Kuningan. Kuningan sedang berkembang dan kami sebagai investor merasa miris dengan kejadian seperti ini,” tegasnya.
Kadishub Bantah Terlibat
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan H Mochamad Nurdijanto SH MSi membantah pernah menjanjikan titik parkir kepada investor maupun pihak tertentu.
Baca Juga:Kuningan Terancam Tak Dapat DAK Jalan 2027TNI Teguhkan Pengabdian Bersama Rakyat
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (6/10/2026), Nurdijanto menegaskan Dishub tidak mengetahui persoalan yang terjadi antara pihak-pihak tersebut.
“Kalau dinas mah tidak tahu apa-apa mengenai permasalahan itu. Kami juga tidak pernah menjanjikan titik-titik parkir. Itu urusan mereka,” tegasnya.
Nurdijanto juga membantah pernah menerima uang atau keuntungan pribadi dari pihak yang berkaitan dengan rencana kerja sama pengelolaan parkir.
“Kami tidak mau dilibatkan. Tolong diklarifikasi bahwa dinas tidak mau tahu urusan mereka. Kami tidak pernah menerima apa pun,” ujarnya.
Meski demikian, Nurdijanto mengakui pernah berkomunikasi dengan investor terkait pengajuan kerja sama pengelolaan parkir. Menurut dia, komunikasi tersebut merupakan urusan kedinasan dan tetap harus mengikuti prosedur.
“Awalnya dia mengajukan permohonan. Kalau memang sepakat dan memenuhi kriteria, silakan. Dengan siapa pun yang penting sesuai perjanjian atau MoU,” katanya.
Terkait PAD, Nurdijanto menegaskan Dishub hanya menjalankan mekanisme sesuai ketentuan dan kesepakatan.
Baca Juga:Ketua DPRD Kuningan Diperiksa Kejari Soal Tunjangan DewanBelanja Pegawai RAPBD Kuningan 2027 Tinggi, Ancaman Ruang Fiskal Jadi Sorotan
“Yang penting sesuai kesepakatan, jumlah yang disampaikan untuk PAD. Kami tidak pernah menerima apa pun,” tegasnya.
Nurdijanto mengaku mengenal AS sebagai warga Kuningan. Namun, ia membantah sering berkomunikasi dengan yang bersangkutan.
“Kenal, orang Kuningan. Kalau sering berkomunikasi tidak juga, hanya sekali-sekali. Karena dia temannya Pak Billy,” jelasnya.
Ia juga mengaku telah meminta AS memberikan klarifikasi agar persoalan tersebut tidak menyeret nama Dishub.
“Saya sudah minta kepada Pak AS supaya diklarifikasi. Jangan sampai dinas dilibatkan. Saya juga tidak mau ada suuzan, karena kami tidak tahu apa-apa,” katanya.
