Angkutan Sampah Terhenti Dua Hari, DLH Kerahkan Alat Berat, Kebakaran di TPA Gunung Santri Berhasil Dipadamkan

Petugas tengah mengeruk dan mengurai timbunan sampah di TPA Gunung Santri
Petugas tengah mengeruk dan mengurai timbunan sampah di TPA Gunung Santri dengan menggunakan ekskavator untuk memastikan tidak ada api dalam tumpukan sampah, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Santri, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, akhirnya berhasil dipadamkan. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api di dalam timbunan sampah.

Kabid Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon Suyanto mengatakan, kobaran api sudah tidak terlihat.

Meski demikian, sejumlah titik masih mengeluarkan asap sehingga harus diurai menggunakan alat berat.

Baca Juga:Diadukan Warga, Komdigi Cek Paparan Radiasi Tower Kabel Internet Semrawut Masih Hiasi Jalan Cirebon, Pemkot Targetkan Masuk Tanah Sebelum Lebaran 2027

“Alhamdulillah, sudah padam semua, tinggal tadi penguraian saja. Karena masih ada asap-asap, kabut asapnya banyak,” ujar Suyanto, Rabu (7/10).

Proses pendinginan dilakukan dengan mengeruk dan mengurai timbunan sampah menggunakan ekskavator.

Sampah yang masih mengeluarkan asap dibongkar agar titik panas tidak terkonsentrasi. Setelah itu, bagian yang masih panas disiram air.

“Penguraian dalam arti sampah-sampah yang tadi ada asap dan ada apinya itu sekarang lagi diuraikan menggunakan ekskavator. Supaya api itu bisa disebar, satu tidak panas, dua tidak terkumpul di situ, dan disiram dengan air,” jelasnya.

Menurut Suyanto, penanganan kebakaran di TPA Gunung Santri membutuhkan kehati-hatian karena timbunan sampah dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar. Risiko tersebut semakin tinggi ketika suhu udara panas.

“Kalau sampah sudah terbakar kan ada gas metana itu. Yang berbahaya gas metana, apalagi di atasnya panas,” katanya.

Ia menyebut suhu udara di Kabupaten Cirebon belakangan mencapai sekitar 35 derajat celsius. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan harus dilakukan secara maksimal untuk mencegah api kembali muncul.

Baca Juga:Tangani 90 Ton Sampah per Hari, DLH Majalengka Dapat Tambahan Dump Truck dari Bank BJBHarga Beras Medium di Pasar Kadipaten Capai Rp16.000, Ini Hasil Pemantauan Polres dan Bapanas

Dampak kebakaran juga dirasakan pada pelayanan pengangkutan sampah. Selama dua hari, kendaraan pengangkut sampah tidak dapat masuk ke TPA Gunung Santri karena lokasi masih dalam penanganan.

“Mobil-mobil pengangkut sampah sudah bisa masuk lagi. Karena dua hari ini kan tidak ada angkutan sampah, berarti distop dulu,” ungkap Suyanto.

Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan, DLH menggeser sebagian armada dari kawasan perkantoran di sekitar Sumber untuk membantu pengangkutan sampah di wilayah timur Kabupaten Cirebon.

“Di sekitar Sumber sini, terutama di wilayah perkantoran, kita masukin ke wilayah timur Cirebon. Beberapa mobil mungkin dua atau tiga armada,” katanya.

0 Komentar