Upaya ini bertujuan memperkuat pemahaman dan ketahanan digital anak agar mampu mengenali serta menghindari propaganda ekstremisme.
Penyusunan basis data risiko yang terukur oleh BNPT bersama perguruan tinggi juga dinilai penting untuk mendukung pemetaan ancaman.
Di samping itu, kerja sama internasional dengan penyedia gim global diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan mencegah penyalahgunaan platform permainan daring.
Baca Juga:Soal Mitigasi Radikalisme Digital, Putri Langka Sarankan Pendekatan Dialogis untuk Lindungi AnakWSC Juara Umum Fun Swim Kesaktian Pancasila Cup 2026
“Melalui kombinasi pencegahan di tingkat keluarga, literasi digital, dan regulasi yang kolaboratif, ekosistem gim daring di Indonesia dapat tetap aman serta terbebas dari bahaya intoleransi dan terorisme,” pungkasnya. (*)
