Selain jalan, DPRKP menangani 17 paket perbaikan saluran drainase dengan progres pengerjaan lebih dari 80 persen. Pekerjaan meliputi perbaikan konstruksi saluran yang sudah tua atau mengalami kerusakan berat, termasuk pembenahan elevasi untuk memperlancar aliran air dan mengurangi genangan.
Sementara itu, 16 paket pekerjaan bangunan telah rampung. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan atau perbaikan sarana olahraga, balai pertemuan kampung (Baperkam), dan musala. Anggaran untuk pekerjaan bangunan dan saluran masing-masing mencapai sekitar Rp1,6 miliar.
Haniah menjelaskan, durasi pengerjaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan. Perbaikan saluran membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan, sedangkan pembangunan gedung umumnya memerlukan dua hingga tiga bulan.
Baca Juga:Pemeliharaan Stadion Disoal, Aktivis Soroti Rumput di Stadion Watubelah Kering KecokelatanPilih Ketua OSIS Cuma 10 Detik, MAN 1 Cirebon Jadi Pilot Project Nasional E-Voting
“Pembangunan gedung yang dimaksud seperti Baperkam, sarana olahraga, dan musala,” jelasnya.
DPRKP menargetkan sisa pekerjaan saluran drainase juga rampung hingga akhir tahun. Penyelesaian seluruh program infrastruktur lingkungan diharapkan berjalan sesuai jadwal dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan. (ade)
