Pilih Ketua OSIS Cuma 10 Detik, MAN 1 Cirebon Jadi Pilot Project Nasional E-Voting

e-voting dalam pemilihan ketua OSIS
PROYEK PERCONTOHAN:  MAN 1 Cirebon menjadi pilot project nasional sistem e-voting dalam pemilihan ketua OSIS. Tampak komisioner KPU menyaksikan proses pemungutan suara melalui sistem digital, kemarin. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID -Demokrasi di lingkungan sekolah mulai memasuki era digital. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Cirebon terpilih menjadi proyek percontohan nasional (pilot project) pemilihan Raya Putih Abu-abu (Prabu) Ketua OSIS melalui sistem electronic voting (e-voting), Rabu (14/10).

Komisioner KPU RI, Dr Betty Epsilon Idroos SP MSi mengapresiasi kolaborasi KPU Kabupaten Cirebon dengan Kemenag dalam menyukseskan program tersebut.

Menurutnya, pemilihan ketua OSIS menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang dekat dengan kehidupan siswa.

Baca Juga:Pria Berbusana Perempuan Live TikTok di Depan Gedung BAT Cirebon, Diamankan Polisi dan Satpol PPPerpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan, Belum Turun Hujan, 5.914 Warga Argasunya Krisis Air Bersih

Artinya, para pelajar dapat memahami proses pemilihan secara langsung, menggunakan hak suara hingga menentukan pemimpin yang akan mewakili mereka.

“Ini salah satu upaya menanamkan demokrasi melalui pemilu kepada anak muda, termasuk pendidikan pemilih pemula. Mereka belajar dalam lingkup yang lebih kecil,” ujar Betty.

Dijelaskannya, KPU RI memfasilitasi pelaksanaan pemilihan di MAN 1 Cirebon dengan meminjamkan perangkat e-voting yang diproduksi KPU sendiri.

“Menariknya, perangkat e-voting tersebut baru pertama kali digunakan dalam proyek percontohan KPU RI di Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, Kabupaten Cirebon menjadi lokasi pertama yang mendapatkan kesempatan mencoba perangkat produksi KPU.

“Jadi Cirebon ini baru pertama kali. Beberapa sudah ada yang masuk request, tapi ini yang terdekat dan kami coba untuk di Cirebon,” tuturnya.

“Dari sisi efisiensi, sistem e-voting menawarkan proses pemungutan suara yang relatif cepat,” tuturnya.

Baca Juga:Pimpinan Pelindo Regional 2 BergantiRSD Gunung Jati Tunggu Petunjuk Teknis, Warga Bisa Berobat Tanpa BPJS untuk Kasus Tertentu

Betty menjelaskan, satu siswa rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar 10 detik untuk memberikan suara.

Dengan jumlah pemilih sekitar 1.000 siswa dan empat bilik suara, proses pemungutan suara diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 41 menit jika berjalan tanpa hambatan.

Meski demikian, KPU tidak ingin menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan.

Pelaksanaan di MAN 1 Cirebon tetap akan dievaluasi untuk mengetahui kendala dan kemungkinan kesalahan yang muncul selama proses pemungutan suara.

“KPU juga menyiapkan pengenalan mekanisme penghitungan secara manual sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan,” tuturnya.

Betty menegaskan, penerapan e-voting saat ini masih sebatas proyek percontohan. Sistem tersebut belum dapat diterapkan secara luas untuk pemilu resmi karena masih membutuhkan landasan hukum yang jelas.

0 Komentar