RADARCIREBON.ID–Kebocoran gas LPG diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan bangunan peternakan ayam pedaging di Desa Cikandang, Kecamatan Luragung, Kabupaten Kuningan, Senin (19/10/2026). Api dengan cepat membesar hingga melalap bangunan semi permanen beserta sejumlah kendaraan dan peralatan peternakan, sehingga petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama sekitar dua jam untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.50 WIB. Saat itu, Armadi (47), petugas keamanan yang tengah berjaga di gerbang peternakan, mendengar teriakan kebakaran dari sejumlah karyawan.
“Ketika memeriksa sumber suara, saksi mendapati salah satu bangunan semi permanen sudah dilalap api. Kemudian bersama beberapa karyawan, berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) CO₂ berkapasitas 3 kilogram,” ungkapnya.
Baca Juga:Realisasi DBHCHT Kuningan Baru 43 Persen, Pemda Pacu Penyerapan hingga Akhir TahunBupati Kuningan dan Jajarannya Joy Sailing Bersama KRI Dewaruci
Namun, lanjutnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api telanjur membesar. Menyadari api semakin sulit dikendalikan, petugas keamanan kemudian menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan untuk meminta bantuan.
“Menerima laporan tersebut, kami menerjunkan enam personel, dua staf tata usaha, serta satu unit kendaraan operasional. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar dua jam dengan dukungan anggota Polsek Luragung, Koramil Luragung, aparat Desa Cikandang, petugas PLN, dan karyawan peternakan,” sebutnya.
Dia menceritakan, berdasarkan pengumpulan keterangan di lokasi kejadian, kebakaran diduga bermula dari kebocoran tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang kemudian tersambar percikan api dari kompor gas. Api selanjutnya merambat dengan cepat ke material mudah terbakar di sekitarnya hingga membakar bangunan.
“Akibat kejadian tersebut, bangunan berukuran 4 x 10 meter atau seluas 40 meter persegi mengalami kebakaran. Sejumlah barang turut terdampak di antaranya empat unit sepeda motor, enam unit APAR CO₂, dua tabung LPG berkapasitas 50 kilogram, satu unit kompor gas, serta satu set obat-obatan ayam,” bebernya.
Dia menyebutkan, estimasi kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai sekitar Rp93 juta. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Dalam penanganan insiden tersebut, petugas menghadapi kendala jarak lokasi yang cukup jauh dari markas komando. Waktu tempuh menuju tempat kejadian perkara diperkirakan mencapai 45 menit.
