RADARCIREBON.ID – Usianya baru enam tahun ketika mulai menulis novel. Kini, Tera Earth Ayuandari G, siswi kelas IX J SMPN 1 Cirebon, tetap tekun membaca dan menulis. Melalui buku, ia merawat imajinasi sekaligus menemukan inspirasi untuk mengejar cita-citanya menjadi ilmuwan.
Tera bisa menghabiskan lima hingga tujuh jam sehari untuk membaca. Bahkan, dalam sehari, ia mampu menuntaskan satu buku. Novel menjadi bacaan favoritnya, terutama karya yang menggunakan bahasa puitis, mampu membangun suasana, dan menyampaikan pesan mendalam.
“Bagi saya, kata-kata dalam buku bukan sekadar rangkaian kalimat,” ujar Tera saat ditemui di SMPN 1 Cirebon, Senin (19/10/2026).
Baca Juga:Pemeliharaan Stadion Disoal, Aktivis Soroti Rumput di Stadion Watubelah Kering KecokelatanPilih Ketua OSIS Cuma 10 Detik, MAN 1 Cirebon Jadi Pilot Project Nasional E-Voting
Salah satu buku yang membekas dalam ingatannya adalah novel Hujan karya Tere Liye. Novel tersebut mengangkat kisah tentang kebersamaan, kehilangan, dan pentingnya ilmu pengetahuan.
Tokoh Esok, yang bernama lengkap Soke Bahtera, menjadi salah satu sumber inspirasinya. Dalam novel tersebut, Esok digambarkan sebagai sosok cerdas yang tekun mengembangkan pengetahuan, terutama di bidang matematika. Meski kehilangan empat saudaranya akibat bencana, ia tetap berusaha melanjutkan hidup dan mengembangkan kemampuannya.
Keteguhan Esok menginspirasi Tera untuk tidak mudah menyerah dan terus belajar. Tokoh tersebut juga semakin menguatkan keinginannya menjadi ilmuwan. Ia tertarik pada dunia ilmu pengetahuan dan ingin terus memahami berbagai hal.
Bagi Tera, membaca bukan sekadar menikmati cerita. Buku memberinya kesempatan untuk mengenal pemikiran dan pengalaman yang belum tentu ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegemaran membaca itu tumbuh seiring dengan minatnya dalam menulis. Saat berusia enam tahun, Tera mulai menulis novel pendek berjudul Berlibur di Hotel. Pada rentang usia enam hingga delapan tahun, ia memperkirakan telah menghasilkan dua atau tiga novel pendek, meski tidak semua judulnya masih diingat.
Selain novel, Tera juga menulis puisi berbahasa Inggris. Beberapa judul yang masih diingatnya antara lain Bonne nuit, Back Before I Know You, dan Mom. Untuk memastikan judul karya lainnya, ia masih perlu memeriksa catatan lama.
Hingga kini, karya-karyanya belum diterbitkan. Meski demikian, Tera berkeinginan menghimpun dan menerbitkan tulisan-tulisan tersebut agar dapat dibaca lebih banyak orang.
