Wawali Serahkan ATM Bansos PKH 279 Warga

bantuan sosial PKH Kota Cirebon
SERAHKAN ATM: Wawali sekaligus Ketua Umum TKPK, Siti Farida Rosmawati, menyerahkan kartu ATM kepada 279 calon penerima bantuan sosial PKH di Aula Kecamatan Harjamukti, Senin (19/10/2026). FOTO: ABDULLAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Wakil Wali (Wawali) Kota Cirebon sekaligus Ketua Umum Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menyerahkan kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kepada 279 calon penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Aula Kecamatan Harjamukti, Senin (19/10/2026).

Penyaluran bantuan dari Kementerian Sosial untuk periode Oktober–Desember 2026 tersebut bekerja sama dengan Bank BNI.

Siti Farida berpesan agar bantuan digunakan secara bijak untuk memenuhi kebutuhan prioritas keluarga, terutama pendidikan dan kesehatan. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan bantuan untuk aktivitas negatif, termasuk judi online.

Baca Juga:Pemeliharaan Stadion Disoal, Aktivis Soroti Rumput di Stadion Watubelah Kering KecokelatanPilih Ketua OSIS Cuma 10 Detik, MAN 1 Cirebon Jadi Pilot Project Nasional E-Voting

“Gunakan bantuan ini dengan bijak. Utamakan pendidikan dan kesehatan, serta hindari hal-hal negatif seperti judi online,” ujar perempuan yang akrab disapa Rida tersebut.

Rida juga mendorong pemerintah kelurahan dan pihak terkait untuk meningkatkan edukasi serta literasi keuangan masyarakat, termasuk melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, bansos merupakan stimulus untuk membantu perekonomian keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Cirebon, Agus Syahron, mengatakan kartu ATM yang dibagikan belum dapat langsung digunakan. Penerima harus menunggu proses aktivasi dari BNI dan pemberitahuan bahwa saldo bantuan telah masuk ke rekening masing-masing.

“Untuk wilayah Kecamatan Harjamukti, tercatat 279 calon penerima manfaat dalam penyaluran periode Oktober hingga Desember 2026,” ujarnya.

Agus menjelaskan, data penerima diperbarui setiap bulan untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai kondisi dan tingkat kesejahteraan keluarga. Jika ditemukan kendala data atau penerima tidak dapat ditemui dalam proses penyaluran, pendamping akan melakukan asesmen lanjutan.

Ia juga menegaskan pencairan bansos melalui ATM di bank penyalur tidak dikenai biaya administrasi. Karena itu, masyarakat diimbau mencairkan bantuan melalui mekanisme resmi agar terhindar dari pungutan tambahan.

Secara keseluruhan, jumlah calon penerima PKH di Kota Cirebon mencapai 4.813 orang yang tersebar di lima kecamatan. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga. (abd/adv)

0 Komentar