Jalan Binawan V Dipadati Parkir Motor Siswa

Parkir Jalan Binawan V Kota Cirebon
PARKIR PENUH: Sepeda motor milik siswa SMA Negeri 7 dan SMK Negeri 1 Kota Cirebon terparkir di sepanjang Jalan Binawan V, Kota Cirebon. FOTO: SENO DWI PRIYANTO/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Jalan Binawan V, Kota Cirebon, kini berubah menjadi area parkir sepeda motor bagi siswa SMA Negeri 7 Kota Cirebon dan SMK Negeri 1 Kota Cirebon. Ratusan kendaraan berjajar di sepanjang jalan tersebut sejak pagi hingga menjelang sore.

Kondisi ini terlihat setelah adanya kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang melarang siswa belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) membawa sepeda motor ke sekolah.

Aktivitas parkir mulai ramai sekitar pukul 06.30 WIB, terutama menjelang jam masuk sekolah dan saat siswa pulang. Sejumlah warga turut membantu mengatur dan merapikan kendaraan agar tidak terlalu memakan badan jalan maupun mengganggu akses pengguna jalan lainnya.

Baca Juga:Dekan Hattrick Penghargaan Akademik, Mahasiswa Juara Debat Nasional FH UGJ Borong Prestasi NasionalKapolres Ciko Subuh Berjamaah di Masjid Attaqwa

Arif, salah seorang juru parkir di Jalan Binawan V, mengatakan setidaknya delapan orang membantu mengatur parkir di lokasi tersebut. Empat orang bertugas di satu titik, sedangkan empat lainnya mengatur kendaraan di ujung utara jalan.

Dari aktivitas tersebut, para siswa terkadang memberikan uang sebagai imbalan atas jasa penataan kendaraan. Nominalnya bervariasi, mulai Rp1.000 hingga Rp3.000, dengan rata-rata Rp2.000.

“Anak-anak dari SMA 7 dan SMK 1. Ada yang memberi Rp1.000, Rp2.000, sampai Rp3.000. Rata-rata Rp2.000, tetapi ada juga yang tidak memberi,” ujar Arif.

Menurut dia, menata ratusan sepeda motor bukan pekerjaan mudah. Jika hanya dilakukan dua orang, proses merapikan kendaraan bisa memakan waktu hingga satu jam.

Ia mengaku tenaga yang dikeluarkan cukup besar, terutama ketika jumlah kendaraan sedang membludak. Namun, tidak semua siswa memberikan uang setelah kendaraannya ditata.

“Kalau tidak dibayar, pekerjaan pagi jadi tidak terbawa hasilnya. Sudah dirapikan, tetapi kalau tidak ada yang memberi, ya terasa sia-sia. Kalau berdua merapikannya bisa sampai satu jam,” ungkapnya.

Arif juga mengingatkan para siswa agar mengurus KTP dan SIM sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, siswa yang telah memenuhi persyaratan dapat berkendara secara legal.

Baca Juga:10 Paket Segera Dilelang, Pagu Anggaran Rp3,085 Miliar, 24 Paket Jalan Ditarget Tuntas Akhir TahunSejak Usia Enam Tahun, Terinspirasi Tokoh dalam Novel, Bercita-cita Menjadi Ilmuwan

Ia menyebut aktivitas parkir di lokasi tersebut semakin ramai sejak tahun ajaran baru dan meningkat seiring normalnya kegiatan sekolah.

Arif mengaku pernah mendapat imbauan dari Dinas Perhubungan (Dishub) agar kendaraan yang diparkir tidak terlalu menjorok ke badan jalan. Imbauan itu ditindaklanjuti dengan mengatur ulang posisi sepeda motor agar tidak mengganggu lalu lintas.

0 Komentar