RADARCIREBON.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) angkat bicara soal kondisi rumput yang kering di lapangan bola Stadion Olahraga (SOR) Watubelah. KONI mengklaim, rumput tersebut tidak mati, tapi menguning.
Sekretaris KONI Kabupaten Cirebon, Doedi Suryadharna menegaskan, rumput di stadion tersebut belum mati.
Menurutnya, perawatan terus dilakukan melalui penyiraman, pemupukan, hingga pemberian obat-obatan.
“Penyiraman dilakukan setiap hari. Tapi, cuaca panas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan rumput mengering. Namun, tidak mati,” kata Doedi kepada Radar Cirebon, Selasa (20/10).
Baca Juga:Dekan Hattrick Penghargaan Akademik, Mahasiswa Juara Debat Nasional FH UGJ Borong Prestasi NasionalKapolres Ciko Subuh Berjamaah di Masjid Attaqwa
Meski begitu, upaya perawatan yang dilakukan sejauh ini belum membuahkan hasil sesuai harapan.
Warna rumput masih menguning, sementara penyebab teknisnya belum diketahui secara pasti.
KONI, kata Doedi, pernah meminta pemeriksaan unsur tanah untuk mengetahui kebutuhan nutrisi yang tepat.
Pihaknya juga mendatangi Dinas Pertanian guna berkonsultasi mengenai unsur hara yang dibutuhkan agar rumput dapat tumbuh optimal.
“Kita rutin melakukan pemeliharaan sesuai panduan yang diberikan oleh Dispora. Pemupukan dan lain sebagainya sudah dilakukan, tetapi rumputnya masih menguning,” katanya
Ia hanya berharap kondisi lapangan kembali membaik saat musim hujan tiba. Masih kata Doedi, pengelolaan Stadion Watubelah menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, tidak ada alokasi APBD untuk biaya pengelolaan stadion tersebut. “Nol rupiah untuk APBD pengelolaan itu,” ungkapnya.
Baca Juga:10 Paket Segera Dilelang, Pagu Anggaran Rp3,085 Miliar, 24 Paket Jalan Ditarget Tuntas Akhir TahunSejak Usia Enam Tahun, Terinspirasi Tokoh dalam Novel, Bercita-cita Menjadi Ilmuwan
Karena itu, biaya pemeliharaan lapangan selama ini ditanggung KONI. Salah satu sumber pembiayaan berasal dari pungutan yang berkaitan dengan aktivitas di kawasan stadion.
Doedi membantah anggapan adanya pemalakan terkait karcis parkir. Ia menegaskan, pungutan tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan kebersihan kawasan stadion.
“Kita murni untuk kebersihan saja, karena memang stadion itu dikelola oleh KONI,” katanya.
Ia juga menyebut terdapat ketentuan dalam peraturan daerah yang menjadi dasar pengenaan biaya atas penggunaan kawasan stadion.
Menurutnya, terkait persoalan perawatan tak hanya berkaitan dengan cuaca dan anggaran. Perangkat penyiraman otomatis yang tersedia di stadion juga belum bisa beroperasi secara optimal.
“Alat otomatis itu masih berfungsi, tapi maintenance-nya cukup luar biasa. Jadi kadang hidup, kadang mati,” jelasnya.
