Ratusan Siswa dilarikan ke RS, Guru pun Ikut Tumbang

Keracunan MBG
PENANGANAN DI IGD: Suasana IGD RS Siloam Putera Bahagia, petang kemarin (20/10/2026). Lebih dari 100 orang terdiri dari siswa dan guru harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap menu MBG dari SPPG Kalijaga 5, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Foto: Dede Adhitama/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Bukan hanya siswa. Guru juga ikut tumbang setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon.

Hingga Selasa petang (20/10/2026), puluhan siswa dan guru dari tiga sekolah mengeluhkan mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah.

Salah satu guru yang dilaporkan mengalami keluhan adalah Cahya Puspita dari SD Kalijaga Permai. Guru lainnya, Septiani Yoci Muranto, juga masuk dalam daftar korban yang diterima redaksi.

Baca Juga:Pencarian Terhadap Reyhan; Siswa SMKN 1 Mundu BerlanjutDemo Mahasiswa Jadi Alarm Soroti Kebijakan Pemkot Cirebon, Termasuk soal KPBU APJ

Para korban menjalani penanganan medis di RS Siloam Putera Bahagia. Namun, kapasitas instalasi gawat darurat (IGD) yang penuh membuat sebagian pasien baru harus dibawa ke rumah sakit lain.

Hingga sekitar pukul 18.45 WIB, sejumlah siswa masih berdatangan diantar orang tua. Tujuh ambulans terlihat bersiaga di depan rumah sakit untuk membantu penanganan dan pemindahan pasien.

Situasi itu turut membuat arus lalu lintas di Jalan Ciremai Raya padat. Ambulans yang keluar masuk rumah sakit bercampur dengan kendaraan orang tua yang mengantar anak mereka.

Keluhan para korban rata-rata muncul setelah pukul 15.00 WIB, beberapa jam setelah makanan dikonsumsi di sekolah. Sejumlah orang tua menduga menu sayur sop dengan telur puyuh berkaitan dengan kejadian tersebut. Telur puyuh itu disebut terasa asam oleh beberapa anak.

Data sementara yang diterima redaksi mencatat korban berasal dari sejumlah sekolah, antara lain SD Kalijaga Permai, SD Taman Kalijaga, dan TK Teratai. Daftar tersebut juga memuat nama guru, memperkuat informasi bahwa keluhan tidak hanya dialami peserta didik.

Meski dugaan mengarah pada menu MBG, penyebab pasti kejadian belum diketahui. Pemeriksaan medis dan penelusuran terhadap makanan yang dibagikan masih diperlukan untuk memastikan sumber keluhan serta jumlah korban secara keseluruhan. (ade)

0 Komentar