Pencarian Terhadap Reyhan; Siswa SMKN 1 Mundu Berlanjut

Gufron, Kuwu Japura Lor
TERUS BERKOORDINASI: Kuwu Japura Lor, Gufron, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemilik kapal di Pati untuk memantau perkembangan pencarian sekaligus mengetahui rencana tindak lanjut penanganan peristiwa yang dialami Reyhan Hermansyah. Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Upaya mencari Reyhan Hermansyah, siswa SMKN 1 Mundu yang hilang saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di kapal penangkap ikan, masih terus dilakukan secara mandiri. Pemilik kapal tempat Reyhan menjalani PKL mengoordinasikan sejumlah kapal nelayan untuk membantu mencari keberadaan remaja berusia 18 tahun asal Japura Lor, Kecamatan Pangenan, tersebut.

Kuwu Japura Lor, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Gufron, mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait di Pati, terutama pemilik kapal. Komunikasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan pencarian sekaligus mengetahui rencana tindak lanjut penanganan peristiwa yang dialami Reyhan.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak di Pati, Jawa Tengah, terutama pemilik kapal. Meskipun pencarian resmi oleh tim SAR sudah dihentikan, pemilik kapal berkomitmen dengan mengoordinasikan kapal-kapal nelayan setempat untuk terus melakukan pencarian,” ujar Gufron saat dihubungi Radar Cirebon, Minggu (18/10/2026).

Baca Juga:Demo Mahasiswa Jadi Alarm Soroti Kebijakan Pemkot Cirebon, Termasuk soal KPBU APJBupati Imron Meradang, Target PBB Masih Seret 

Menurut Gufron, upaya pencarian mandiri tersebut menjadi salah satu harapan keluarga untuk mengetahui keberadaan Reyhan. Pihak desa terus mengikuti perkembangan informasi dari pemilik kapal dan berharap ada kabar terbaru mengenai pencarian di laut.

Hingga saat ini, kapal tempat Reyhan menjalani PKL juga masih tetap berlayar. Kapal tersebut membawa anak buah kapal (ABK) serta sejumlah siswa SMKN 1 Mundu lainnya yang sedang menjalani praktik kerja lapangan.

Selain melanjutkan pencarian, pihak terkait juga merencanakan rekonstruksi untuk mengetahui lebih jelas kronologi kejadian yang menyebabkan Reyhan dilaporkan hilang di laut. Rencana tersebut akan melibatkan Polres Pati, pemilik kapal, serta keluarga Reyhan.

Gufron mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi akan dikoordinasikan setelah kapal kembali ke daratan. Keluarga Reyhan nantinya akan dihubungi untuk mendapatkan informasi mengenai waktu dan pelaksanaan kegiatan tersebut. “Termasuk untuk rekonstruksi, tentunya juga melibatkan keluarga Reyhan. Katanya nanti keluarga dihubungi setelah kapal sampai ke daratan,” katanya.

Sebelumnya, Reyhan dilaporkan hilang pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB saat membantu proses penurunan alat tangkap ikan jenis purse seine atau jaring lingkar dari kapal. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, Reyhan diduga terjatuh ke laut karena kakinya terlilit tali jaring.

0 Komentar