WJTE ke-4 Hadirkan 120 Buyer dan 60 Seller

ASPPI DPC Cirebon Raya menggelar West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-4
ASPPI DPC Cirebon Raya menggelar West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-4 Tahun 2026 di salah satu hotel di kawasan Tuparev, Kedawung, Rabu (21/10/2026), dengan melibatkan 120 buyer dan 60 seller.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPC Cirebon Raya kembali menggelar West Java Tourism Exchange (WJTE) ke-4 Tahun 2026 di salah satu hotel di kawasan Tuparev, Kedawung, Rabu (21/10/2026). Kegiatan ini mempertemukan 120 buyer (pembeli) dan 60 seller (penjual) dari industri pariwisata untuk memperluas jejaring bisnis dan mempromosikan potensi wisata.

Jumlah peserta meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang melibatkan 100 buyer dan 50 seller. Peningkatan ini diharapkan membuka lebih banyak peluang kerja sama dan transaksi bisnis di sektor pariwisata, khususnya di wilayah Cirebon.

Wakil Ketua I DPD ASPPI Jawa Barat Hana Sujana mengatakan, DPC ASPPI Cirebon Raya merupakan salah satu cabang yang aktif menginisiasi kegiatan promosi pariwisata. Menurut dia, penyelenggaraan WJTE hingga tahun keempat menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam membangun jejaring industri pariwisata.

Baca Juga:BBM Pertalite Langka di Kota CirebonKemarau Panjang, Warga Desa Cipaku Majalengka Gelar Salat Istisqa

“Kami memandang Cirebon ini sebagai suatu DPC yang sangat aktif, inovatif, dan kreatif dalam membuat event-event seperti ini,” ujarnya.

Ia menyebut DPC ASPPI Cirebon Raya dapat menjadi percontohan bagi cabang lain di bawah naungan DPD ASPPI Jawa Barat. Kegiatan tersebut dinilai memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota di daerah, tetapi juga bagi jaringan pelaku pariwisata yang lebih luas.

Hana menegaskan, pihaknya konsisten mendukung penyelenggaraan WJTE setiap tahun. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga menghasilkan transaksi bisnis yang memberikan dampak ekonomi bagi peserta.

“Kami harapkan dengan kegiatan ini tidak sekadar menjadi event, tetapi ada nilai transaksi sehingga menambah nilai ekonomi para seller dan buyer,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon Fajar Sutrisno mengapresiasi penyelenggaraan WJTE sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas pariwisata.

Menurut Fajar, sinergi berbagai pihak diperlukan untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Cirebon.

“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah, pihak pengusaha, dan komunitas yang ada di Kabupaten Cirebon, sehingga kita dapat meningkatkan pariwisata dan kunjungan wisata yang ada di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.

0 Komentar