Santriwati Al Hikmah Cirebon Raih Karya Terpilih di World Book Day 2026

Fanny Putri Maharani, siswi MA Al Hikmah Bobos,
Fanny Putri Maharani, siswi MA Al Hikmah Bobos, Kabupaten Cirebon, meraih predikat Karya Terpilih dalam lomba penulisan cerita pendek pada ajang World Book Day 2026 yang diselenggarakan Perpustakaan Bank Indonesia Cirebon.
0 Komentar

Dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan Fanny hingga mampu meraih prestasi di bidang literasi sekaligus mengembangkan hafalan Alquran.

Penggemar penulis Asma Nadia tersebut memiliki cita-cita menjadi pegawai kantoran. Dengan prestasi yang diraih saat ini, ia memiliki bekal pengalaman untuk terus mengembangkan kemampuan membaca, menulis, dan belajar.

Ayah Fanny, Irfan Kurniawan, mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas pencapaian putrinya.

Baca Juga:Perlinsos Picu Warga Kota Cirebon Ramai-Ramai Aktivasi IKD: Sehari Bisa Tembus 500 DPRD Soroti Pajak Listrik hingga Kawasan Industri: Benahi Data Pajak, Gali Potensi PAD

Menurut Irfan, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Ia menilai kemampuan Fanny menuangkan imajinasi menjadi sebuah karya tulis merupakan pencapaian positif, terlebih di tengah keterbatasan waktu dan interaksi dengan media sosial selama menjalani kehidupan sebagai santri.

“Di tengah keterbatasan waktu dan interaksi dengan media sosial seorang santri, tetapi masih bisa menyalurkan imajinasi dalam sebuah karya. Itu suatu kebanggaan bagi kami selaku orang tua,” ujar Irfan.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi Fanny untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan menulis, dan meraih prestasi lainnya.

Dukungan orang tua menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan pendidikan anak, termasuk ketika mereka menempuh pendidikan dengan sistem berasrama dan menjalani aktivitas yang terstruktur.

Kepala MA Al Hikmah Bobos, Meliana, M.Pd.I., didampingi Wakil Kepala Bidang Kurikulum Ahmad Nasir, M.Pd., berharap Fanny terus meningkatkan hafalan Alquran yang saat ini telah mencapai 11 juz.

Peningkatan hafalan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Fanny untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Selain perkembangan di bidang tahfiz, pihak sekolah juga menilai Fanny menunjukkan pertumbuhan positif selama menjalani pendidikan di pesantren. Ia dinilai semakin mandiri dan kreatif.

Baca Juga:Gandeng Daniati Dediwan, SP Band Hadirkan Video Klip “Move On” dengan Aransemen Musik OrisinalPolres Indramayu Ringkus Pelaku Curas dan Kekerasan Seksual 

Prestasi dalam lomba penulisan cerita pendek pada ajang World Book Day 2026 menjadi salah satu bukti bahwa potensi santri dapat berkembang melalui berbagai bidang.

Pendidikan di lingkungan pesantren diharapkan mampu mengintegrasikan pembelajaran agama dengan pengembangan kemampuan akademik, keterampilan, dan kreativitas.

Dengan demikian, santri memiliki kesempatan untuk membangun kompetensi yang dapat dimanfaatkan ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja pada masa mendatang.

0 Komentar