Tingginya angka kebakaran hingga September 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Majalengka untuk mengevaluasi kesiapan layanan Damkar. Evaluasi tersebut mencakup perbaikan dan peremajaan armada, kelengkapan alat pelindung diri dan peralatan pemadaman, serta kecukupan personel.
Penguatan layanan juga dapat dilakukan melalui pemetaan wilayah rawan kebakaran, peningkatan kesiapsiagaan petugas, dan koordinasi penanganan darurat untuk memangkas waktu tempuh menuju lokasi kejadian.
Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan kompor secara aman, serta menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan menggunakan api secara sembarangan menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran.
Baca Juga:Desak Tetapkan Dirut Definitif PDAM : Komisi II Sebut Pucuk Pimpinan Penting untuk Optimalkan PerusahaanDamkar Kota Cirebon Uji Nyali dan Kekompakan Antarpleton
Ketersediaan layanan Damkar yang memadai merupakan bagian penting dari perlindungan keselamatan masyarakat. Dengan tingginya kejadian kebakaran dan luasnya wilayah Majalengka, penambahan armada, penguatan personel, serta pemenuhan peralatan menjadi kebutuhan mendesak agar penanganan kebakaran lebih cepat dan merata. (ono)
