Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran membutuhkan dukungan menyeluruh, mulai dari kendaraan operasional, kesiapan personel, hingga kelengkapan peralatan.Puja berharap keterbatasan sarana dan prasarana tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar pelayanan pemadaman kebakaran dapat ditingkatkan.
Selain kebakaran bangunan dan objek lainnya, kebakaran lahan juga menjadi ancaman serius, terutama saat musim kemarau. Cuaca kering meningkatkan risiko api menjalar dan meluas ke kawasan sekitarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas kebakaran lahan di wilayah utara mencapai sekitar 500 meter persegi, wilayah selatan 1,8 hektare, wilayah barat 10,5 hektare, dan wilayah timur 19,3 hektare.
Baca Juga:Desak Tetapkan Dirut Definitif PDAM : Komisi II Sebut Pucuk Pimpinan Penting untuk Optimalkan PerusahaanDamkar Kota Cirebon Uji Nyali dan Kekompakan Antarpleton
Data tersebut menunjukkan ancaman kebakaran lahan tersebar di sejumlah kawasan Majalengka. Penanganan cepat diperlukan untuk mencegah api meluas, menimbulkan kerugian material, serta membahayakan masyarakat dan lingkungan.
Dengan armada terbatas, petugas harus menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat kedaruratan, lokasi kejadian, dan kemampuan menjangkau titik kebakaran.
Keterbatasan kendaraan, personel, dan peralatan Damkar turut menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kesiapan layanan pemadam kebakaran, mengingat kejadian tersebut membutuhkan penanganan cepat.
Warga Talaga, Abduh, menilai ketersediaan armada perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut dia, keterlambatan penanganan berpotensi membuat api semakin membesar dan kerugian masyarakat bertambah.
“Kalau dari enam mobil yang tersedia hanya dua yang bisa digunakan, tentu ini perlu menjadi perhatian. Kebakaran tidak bisa diprediksi kapan dan di mana terjadinya. Kami berharap armada yang rusak segera diperbaiki dan kebutuhan kendaraan tambahan bisa diprioritaskan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Sarip, warga Rajagaluh. Dia berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan pengadaan kendaraan, tetapi juga melengkapi peralatan dan menambah personel agar petugas dapat bekerja optimal.
“Petugas Damkar berada di garis depan ketika masyarakat menghadapi musibah kebakaran. Karena itu, mereka perlu didukung kendaraan yang siap pakai, peralatan yang memadai, dan jumlah personel yang cukup. Jangan sampai masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota kesulitan mendapatkan pertolongan,” katanya.
Baca Juga:Nilai Investasi di Kota Cirebon Terus Meningkat, Data OSS Tembus Rp4,438 TriliunRegistrasi Ulang Bansos di Kabupaten Cirebon Capai 20 Persen
Warga juga menilai pemerataan jangkauan pelayanan penting agar masyarakat di wilayah utara, selatan, timur, dan barat memperoleh akses penanganan kebakaran yang memadai.
