Memayu Buyut Trusmi, Tradisi yang Tak Pernah Sepi Penonton, Magnet Budaya yang Menyedot Perhatian Ribuan Warga

Memayu Buyut Trusmi
PENGAMANAN: Pengamanan Memayu Buyut Trusmi dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, Minggu (1/11/2026). Foto: Khoirul Anwarudin/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Ribuan warga memadati kawasan Trusmi, Kabupaten Cirebon, Minggu (1/11/2026), untuk menyaksikan tradisi Memayu Buyut Trusmi atau Ider-ideran. Sejak pagi, warga berjubel di sepanjang jalur arak-arakan untuk melihat langsung beragam atraksi budaya, termasuk ogoh-ogoh dengan bentuk dan ukuran yang menarik perhatian.

Warga sendiri mulai berdatangan sejak subuh demi mendapatkan tempat yang nyaman untuk menyaksikan arak-arakan. Kepadatan terlihat di gang-gang desa hingga persimpangan di depan Gapura Batik Trusmi. Menjelang kegiatan berlangsung, sejumlah ruas jalan dipadati pengunjung sehingga warga harus datang lebih awal agar leluasa menikmati jalannya tradisi.

Salah satunya Eman, (40) warga Kecamatan Plumbon. Ia mengaku berangkat selepas subuh bersama istri dan anaknya agar bisa menyaksikan arak-arakan dari lokasi yang strategis. Selama kegiatan berlangsung, mereka juga mengabadikan beragam ogoh-ogoh yang melintas dengan kamera ponselnya. “Dari setelah subuh sudah berangkat. Kalau agak siangan, susah dapat tempat yang enak. Jalan-jalan sudah keburu macet dan padat,” ujarnya.

Baca Juga:Imron Dukung Penuh Fun Walk HUT ke-27 Radar Cirebon, Start dari Pendopo Bupati; 29 November 2026Bukan Cuma Program MBG, Wamendagri Jelaskan soal Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Berprestasi

Arak-arakan berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kostum, replika berukuran besar, serta atraksi kesenian tradisional. Selain ogoh-ogoh, rombongan juga membawa benda pusaka dan melibatkan para sesepuh adat. Sejumlah peserta menampilkan tari-tarian, kreasi batik, makanan khas, hingga pertunjukan musik yang menarik perhatian warga.

Di balik kemeriahannya, Memayu Buyut Trusmi menyimpan nilai sejarah, budaya, dan religi bagi masyarakat setempat. Salah satu prosesi penting dalam tradisi ini adalah mengganti atap bangunan makam Kramat Buyut Trusmi menggunakan anyaman alang-alang yang disebut welit.

Ritual tersebut menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur dan doa memohon keselamatan, sekaligus penghormatan kepada Ki Buyut Trusmi yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam dan pengembang kerajinan batik di Cirebon.

Untuk memastikan tradisi berlangsung aman dan tertib, sebanyak 361 personel gabungan dikerahkan. Pengamanan dipimpin Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, didampingi Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman. Personel berasal dari Polresta Cirebon, Polsek jajaran, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, Denpom III/3 Siliwangi, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Sebelum kegiatan dimulai, Kapolresta Cirebon memimpin apel kesiapan, arahan pimpinan pasukan, dan Tactical Wall Game (TWG) di halaman Mapolsek Weru. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap personel memahami tugas pengamanan, termasuk mengantisipasi kepadatan warga dan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

0 Komentar