Pohon Raksasa Berusia Ratusan Tahun Ambruk, Warga Tambi Kena Dampak

Warga bersama petugas mengevakuasi batang dan ranting pohon berusia ratusan tahun
Warga bersama petugas mengevakuasi batang dan ranting pohon berusia ratusan tahun yang tumbang di kompleks Kebuyutan Tambi, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (2/11). foto: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Sebuah pohon tua yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun tumbang di kompleks Kebuyutan Tambi, Desa Tambi, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (2/11). Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mengejutkan warga sekitar. Karena, pohon berukuran besar itu roboh tanpa didahului hujan maupun angin kencang.

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai menimbulkan korban luka maupun korban jiwa. Meski demikian, tumbangnya pohon mengakibatkan sejumlah bagian bangunan Kebuyutan mengalami kerusakan. Selain itu, batang dan ranting pohon yang melintang juga menutup akses jalan warga, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Komandan Regu (Danru) III Pos Unit Damkar Jatibarang, Sapari mengatakan, pihaknya menerima laporan dari Pemerintah Desa Tambi sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, petugas pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk membantu proses penanganan dan evakuasi pohon tumbang.

Baca Juga:Musnahkan Miras dan Knalpot Brong Hasil Penindakan dari Jajaran Polresta Cirebon Kuota Halal Gratis Habis, Disdagin Tetetap Lakukan Pembinaan dan Koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat

“Kami menerima laporan dari pihak Pemerintah Desa sekitar pukul 09.00 WIB. Informasinya ada pohon berukuran besar yang tumbang di kompleks Kebuyutan Tambi,” ujar Sapari, Senin (2/11).

Menurut Sapari, berdasarkan dugaan sementara, tumbangnya pohon tersebut disebabkan faktor usia. Pohon yang telah berdiri selama ratusan tahun itu diduga mengalami penurunan kekuatan pada bagian akar sehingga tidak lagi mampu menopang batang pohon yang berukuran besar.

Kondisi tersebut menyebabkan pohon akhirnya roboh meskipun tidak terjadi hujan maupun angin kencang saat peristiwa berlangsung.

“Pohonnya memang sudah tua. Kami datang setelah diminta membantu warga mengevakuasi batang dan ranting pohon yang tumbang. Sejumlah personel kami kerahkan untuk bersama-sama warga membersihkan pohon tersebut,” jelasnya.

Selain melakukan penanganan di lokasi, Sapari juga mengingatkan masyarakat Kabupaten Indramayu agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim penghujan. Pasalnya, hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menyebabkan pohon tumbang dan membahayakan keselamatan warga.

Ia mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan terhadap kondisi pohon di sekitar rumah masing-masing. Ranting-ranting pohon yang sudah terlalu rimbun, terutama yang berada dekat bangunan rumah, sebaiknya dipangkas untuk mengurangi risiko pohon atau dahan patah ketika terjadi cuaca ekstrem.

Sapari juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut membantu petugas dalam proses evakuasi. Menurutnya, keterlibatan warga sangat membantu mempercepat pembersihan batang dan ranting pohon sehingga penanganan dapat berjalan dengan baik.

0 Komentar