RADARCIREBON.ID – Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan 2026 berhasil menghimpun Rp641.650.000 atau 71,2 persen dari target Rp900 juta. Meski belum mencapai sasaran, dana yang terkumpul tersebut diharapkan menjadi modal untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan, terutama dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana dan kondisi darurat.
Penggalangan dana yang berlangsung selama periode Bulan Dana PMI 2026 itu resmi ditutup Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, di Aula Bank BJB Cabang Kuningan, Selasa (3/11/2026).
Bupati Dian mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama organisasi kemanusiaan. Karena itu, PMI harus memastikan setiap dana yang dihimpun dikelola secara transparan dan akuntabel. Ia juga mendorong PMI terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Baca Juga:Angin Kencang Menerjang Tiga Desa di Kecamatan Luragung dan Cidahu, 26 Rumah RusakKebakaran Ciremai Ungkap Pentingnya Kemitraan, Buku "Konstitusi Hijau" Tawarkan Model Baru Konservasi
Penutupan kegiatan dihadiri Wabup Tuti Andriani SH MKn, Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj Ika Siti Rahmatika SE, unsur Forkopimda, Dewan Kehormatan PMI, kepala perangkat daerah, pengurus PMI kecamatan, relawan, serta keluarga besar PMI.
Dian mengaku memiliki pengalaman pribadi yang membuatnya memahami arti penting keberadaan PMI. Sekitar 15 tahun lalu, ketika terserang demam berdarah, ia mengalami penurunan trombosit hingga membutuhkan transfusi darah. Sejumlah orang yang bahkan belum dikenalnya datang secara sukarela untuk mendonorkan darah.
Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pertolongan kemanusiaan tidak dibatasi hubungan pribadi, suku, agama, ras, maupun latar belakang politik.
“Saya betul-betul merasakan berharganya tetesan darah, pertolongan bantuan dari orang yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya. Kemanusiaan ini memang tidak memandang kenal atau tidak kenal, apalagi suku, agama, ras, politik, dan sebagainya,” tuturnya.
Menurut Dian, semangat sukarela dan kepedulian terhadap sesama harus terus menjadi kekuatan utama PMI. Terlebih, tantangan kebencanaan di Kabupaten Kuningan semakin beragam, mulai dari tanah longsor, banjir, kebakaran hutan dan lahan, hingga angin puting beliung.
Ia mencontohkan bencana angin puting beliung yang berdampak terhadap sekitar 10 desa di lima kecamatan. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, dengan sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, maupun berat.
