RADARCIREBON.ID – Realisasi program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) di Kabupaten Cirebon masih terbatas. Dari delapan ruas jalan yang diusulkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, baru satu ruas yang disetujui dan direalisasikan hingga awal November 2026.
Ruas jalan yang telah mendapatkan program tersebut adalah Gebang Ilir-Waled. Sementara tujuh ruas lainnya masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Meski demikian, Dinas PUTR Kabupaten Cirebon tetap berharap seluruh usulan tersebut dapat terakomodasi.
Baca Juga:SMPN 2 Palimanan Juara SSK Nasional: Sebelas Isu Kependudukan Masuk ke Ruang KelasThe Gade Creative Lounge Ke-33 Hadir di UIN Siber Syekh Nurjati
Jika belum terealisasi pada 2026, tujuh ruas jalan itu diharapkan masuk dalam program IJD tahun anggaran 2027.
Kabid Bina Marga Dinas PUTR Kabupaten Cirebon, Rezza Fauzi ST mengatakan, pihaknya masih menantikan persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan peningkatan jalan yang telah diajukan.
Menurutnya, program IJD menjadi salah satu peluang bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan di tengah besarnya kebutuhan perbaikan dan peningkatan kualitas jalan di Kabupaten Cirebon.
“Memang dari delapan ruas jalan yang kami ajukan, baru satu ruas yang disetujui dan direalisasikan, yakni Gebang Ilir-Waled. Kami tetap optimistis tujuh ruas lainnya bisa mendapatkan program IJD,” ujarnya.
Tujuh ruas jalan yang masih diharapkan memperoleh bantuan melalui program IJD meliputi Mundu Pesisir-Pamengkang, Playangan-Bojongnegara, Sindangjawa-Mandirancan, Bunder-Luwung Kencana, Keongdong-Luwung Kencana, Regal Gubug-Kaliwedi, serta Jagapura-Ujungsemi.
Rezza berharap, pemerintah pusat dapat mengakomodasi usulan tersebut pada 2027 apabila belum memungkinkan untuk direalisasikan tahun ini.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat melalui program IJD dinilai penting untuk membantu daerah mempercepat peningkatan infrastruktur jalan.
Baca Juga:Untuk Mengurangi Kemacetan, Kanalisasi Karanggetas Mulai Diuji CobaHotel Baru Dongkrak Investasi Kota Cirebon: Rp4,438 Triliun, Dua Kali Lipat dari Target Tahunan
Terlebih, kondisi jalan yang memadai dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta memperlancar distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami berharap usulan yang belum terealisasi tidak berhenti pada pengajuan, tetapi dapat memperoleh kepastian program pada tahun anggaran berikutnya,” pungkasnya. (den)
