Hotel Baru Dongkrak Investasi Kota Cirebon: Rp4,438 Triliun, Dua Kali Lipat dari Target Tahunan 

Hotel Baru Dongkrak Investasi: Rp4,438 Triliun, Dua Kali Lipat dari Target Tahunan.
Hotel Baru Dongkrak Investasi: Rp4,438 Triliun, Dua Kali Lipat dari Target Tahunan. foto: ilustrasi
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Investasi di Kota Cirebon mencapai Rp4,438 triliun, lebih dari dua kali lipat target tahunan sebesar Rp1,9 triliun. Geliat investasi ini turut ditandai pembangunan empat hotel baru di sejumlah kawasan strategis. Namun, penambahan fasilitas akomodasi perlu diimbangi dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), capaian investasi tersebut tercatat melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Di sektor perhotelan, empat proyek baru tengah berproses. Satu hotel di kawasan Jalan Bypass (Brigjen Dharsono). Sementara tiga proyek lainnya berada di kawasan eks Wisma Sunyaragi, Jalan Evakuasi, Jalan Kesambi, serta lokasi eks Hotel Green di Jalan Veteran.

Baca Juga:Pohon Raksasa Berusia Ratusan Tahun Ambruk, Warga Tambi Kena DampakMusnahkan Miras dan Knalpot Brong Hasil Penindakan dari Jajaran Polresta Cirebon 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya, menilai pembangunan hotel tersebut menunjukkan investor masih melihat prospek pasar yang menjanjikan.

Menurutnya, posisi Cirebon sebagai salah satu pusat aktivitas atau hub di wilayah Cirebon Raya menjadi daya tarik bagi investor. Kebutuhan akomodasi tidak hanya berasal dari wisatawan, tetapi juga pelaku bisnis dan penyelenggara berbagai kegiatan.

“Pembangunan hotel ini menunjukkan bahwa investor masih melihat potensi yang cukup besar di Kota Cirebon. Apalagi, Cirebon menjadi salah satu hub bagi wilayah Cirebon Raya, sehingga kebutuhan akomodasi masih memiliki prospek,” ujarnya kepada Radar Cirebon, Jumat (30/10/2026).

Penambahan hotel juga dinilai memperkuat kapasitas Kota Cirebon dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari pertemuan pemerintahan dan bisnis hingga agenda budaya serta olahraga berskala nasional maupun internasional.

Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa bertambahnya hotel akan meningkatkan persaingan usaha. Penambahan kamar tidak otomatis menjamin tingkat hunian apabila tidak diimbangi kegiatan yang mampu menarik pengunjung.

“Jangan sampai fasilitas hotel terus bertambah, tetapi tidak diikuti dengan kegiatan yang mampu menarik orang untuk datang ke Cirebon,” tegasnya.

Karena itu, pengembangan sektor perhotelan perlu diintegrasikan dengan potensi budaya, olahraga, industri kreatif, dan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berbagai agenda tersebut diharapkan menciptakan efek ekonomi berantai, mulai dari peningkatan okupansi hotel hingga perputaran usaha kuliner, destinasi wisata, dan produk lokal.

0 Komentar