RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menyiapkan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk pembangunan gedung rawat inap RSUD Talaga. Pembangunan yang direncanakan mulai 2027 itu diharapkan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan Majalengka.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka, H Agus Suratman, mengatakan kebutuhan fasilitas rawat inap di wilayah selatan semakin mendesak. Sejumlah kecamatan, seperti Talaga, Banjaran, Cikijing, dan Cingambul, dinilai membutuhkan tambahan fasilitas rumah sakit.
“Masyarakat di wilayah selatan sudah sangat membutuhkan layanan kesehatan rawat inap,” ujarnya, Selasa (3/11).
Baca Juga:Dari 8 Usulan Jalan Kabupaten Cirebon, Baru 1 Direalisasikan Lewat Program IJDSMPN 2 Palimanan Juara SSK Nasional: Sebelas Isu Kependudukan Masuk ke Ruang Kelas
Menurut Agus, anggaran pembangunan fisik gedung RSUD Talaga bersumber dari dana eks investasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang dialokasikan Pemkab Majalengka.
“Perhatian Pak Bupati luar biasa. Dana eks investasi BIJB dialokasikan untuk pembangunan gedung rawat inap RSUD Talaga,” katanya.
Meski demikian, pembangunan gedung belum cukup untuk menunjang operasional rumah sakit secara optimal. Fasilitas tersebut masih membutuhkan berbagai peralatan medis, seperti tempat tidur pasien, monitor, dan perlengkapan kesehatan lainnya.
Agus memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pengadaan peralatan dan fasilitas penunjang tersebut mencapai sekitar Rp100 miliar. Kebutuhan ini menjadi tantangan karena keterbatasan anggaran daerah.
“Pembangunan fisiknya direncanakan tahun depan. Namun, setelah gedung selesai, peralatan di dalamnya juga harus tersedia. Sementara, anggaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut belum tersedia,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan itu, Pemkab Majalengka berharap mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Agus menegaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik gedung. Sementara itu, pengadaan peralatan medis diharapkan dapat dipenuhi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan provinsi.
Baca Juga:The Gade Creative Lounge Ke-33 Hadir di UIN Siber Syekh Nurjati Untuk Mengurangi Kemacetan, Kanalisasi Karanggetas Mulai Diuji Coba
“Mudah-mudahan Kemenkes dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bisa membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Pemkab Majalengka sudah mengalokasikan Rp70 miliar untuk pembangunan fisik rumah sakit,” pungkasnya.
Pembangunan gedung rawat inap RSUD Talaga diharapkan mempermudah masyarakat di wilayah selatan Majalengka mendapatkan layanan kesehatan, sehingga tidak harus bergantung pada fasilitas rumah sakit di wilayah lain. (ono)
