Bagaimana Efektivitas Rapid Antigen dan Antibody?

rapid-antigen-stasiun-cirebon
Calon penumpang Kereta Api Indonesia (KAI) mengikuti rapid test antigen sebagai syarat wajib untuk bisa menjadi penumpang di Stasiun Prujakan. Foto: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon meragukan hasil rapid test antigen dan antibody. Diklaim kalau hasil antara keduanya hanya sebagai acuan untuk skrining awal. Tingkat sensitifitas: 50:50 (fifty-fifty). Swab test PCR dianggap motode paling jitu mendeteksi Virus SARS-CoV-2 tersebut.

**
“ANTIGEN dan antibody hanya sebagai skrining awal. Tidak efektif,” tegas Kepala Dinkes Kota Cirebon dr Edy Sugiarto MKes kemarin.
Meski begitu, Edy mengatakan kalau rapid test antigen memiliki sensitifitas lebih tinggi dibanding antibody. Ia menambahkan, pemeriksaan rapid test antigen melalui swab naso/orofaring. “Spesifisitasnya sangat tinggi. Artinya kemungkinan false positif rendah,” imbuhnya.
Namun kembali disayangkan kalau rapid antigen memiliki sensitifitas rendah. Sehingga kemungkinan false negatif masih besar. Artinya, mereka yang negatif antigen bukan berarti negatif juga Covid-19. Tetap meski melalui swab test PCR untuk vonis seseorang terkait Covid-19. “Jadi orang yang negatif antigen, belum tentu tidak menderita covid,” sambung Edy.
Kadinkes menuturkan, sensitifitas rapid test antibody dan antigen adalah klaim sepihak pabrikan. Ya, yang di atas 50 persen. Bahkan rapid antibody hingga 90 persen. “Bahasa pabrikan. (sensitifitas, red) Antigen ngakunya 60-70 persen. Antibody 90 persen,” sambung kadinkes.
MINIM PENGETAHUAN
Sementara itu, tak semua penumpang Kereta Api (KA) mengetahui rapid test antigen. Termasuk apa bedanya dengan rapid antibody yang mengambil sampel darah pada ujung jari. Penumpang tak mau ambil pusing. Yang terpenting bisa sampai ke tempat tujuan.
“Rapid test untuk persyaratan setuju saja. Kalau memang itu untuk mempersempit rantai penularan,” ujar Warsita, pengguna jasa KA.
Sementara di hari kedua kemarin, ada peningkatan calon penumpang yang melakukan rapid test antigen di Stasiun Kejaksan dan Prujakan. Total ada 444 calon penumpang. Empat di antara mereka positif. Dengan rincian Stasiun Kejaksan 156 orang. Satu di antaranya positif.
Sementara di Stasiun Prujakan tercatat 288 orang. Lalu 3 di antaranya positif. Sementara saat hari pertama Selasa (22/12) kemarin, dari 356 calon penumpang, 8 dinyatakan positif. (ade gustiana)

0 Komentar