Banyak Perempuan Jadi Korban Aksi Terorisme, Fatayat Kabupaten Cirebon Garap Isu Radikalisme

Fatayat-(6)
Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Cirebon periode 2020-2025 dilantik di NU Center Sumber, Minggu (1/3). Foto: Apridista Siti Ramdhani/Radar Cirebon
0 Komentar

bergabung menjadi bagian kelompok radikalisme. Sehingga mau tidak mau perempuan
akan ikut menjadi bagian dari kelompok tersebut. Hal ini biasanya disertai
dengan ketidakberdayaan perempuan dari faktor ekonomi.

Berbagai
tantangan radikalisme ini harus direspons dengan penuh strategi oleh perempuan. Salah satu yang
bisa dilakukan adalah meneguhkan jati diri perempuan sebagai pemangku kearifan
lokal.

Karena
kearifan lokal sangat melekat kuat dalam diri perempuan. Jejak kearifan lokal
bangsa ini banyak sekali yang identik dengan kebesaran dan peran besar
perjuangan kaum perempuan.

Baca Juga:Ini Alasan BIJB dan Pelabuhan Indramayu Jadi Titik Transit 69 WNI ABK Diamond Princess6 Partai Berkoalisi Siap Rebut Kepemimpinan Indramayu

“Perempuan
harus memiliki strategi dalam merespons isu ini, agar tidak mudah terpapar paham radikalisme, terutama menjaga lingkungan terdekat
yakni keluarga,” terangnya.

Fatayat NU
Kabupaten Cirebon merasa penting untuk terlibat dalam dalam upaya mecegah
paham-paham radikal. Karena Fatayat NU merupakan organisasi perempuan yang memiliki tujuan untuk menjadi
teladan bagi masyarakat dan perempuan Indonesia untuk berprilaku-sikap yang
mendukung agama, bangsa dan negara secara beriringan, dan ikut berpartisipasi
dalam mewujudkan Islam
yang rahmatal lil’alamian.

Ketua
pelaksana pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon Iis Istianah
mengungkapkan, kurang lebih perwakilan dari 40 kecamatan meramaikan pelantikan.
Adapun agenda yang diselenggarakan meliputi semaan Alquran oleh IHQ, seminar menangkal
radikalisme, dan bazar.

“Kurang lebih pesertanya 400-an dari 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon, bazar merupakan hasil karya anggota untuk dipamerkan,” sebut perempuan bermata sipit itu. (hsn/rls)

Laman:

1 2
0 Komentar