Bawaslu Kota Cirebon Petakan Titik Rawan Konflik Pemilu 2024, Ini Lokasinya

Anggota Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah MPd menjelaskan, pihaknya telah melakukan apel siaga pengawasan satu tahun menuju Pemilu 2024. --FOTO: ABDULAH/RADAR CIREBON
Anggota Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah MPd menjelaskan, pihaknya telah melakukan apel siaga pengawasan satu tahun menuju Pemilu 2024. --FOTO: ABDULAH/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON, RadarCirebon.id – Pemilu 2024 mendatang, ternyata memiliki titik rawan konflik pemilu. Titik rawan ini tidak hanya pada pemilihan kepala daerah atau pilkada saja. Akan tetapi, pada pemilihan presiden atau pilpres mendatang, juga berpotensi memicu kerawanan.

Ketua Panwascam Harjamukti, Taufik Hidayat menjelaskan, pihaknya sudah mendata daerah rawan selama pemilu ada di wilayah Kelurahan Argasunya.

Karena, di wilayah Argasunya, masyarakatnya masih tradisional. Dan saat pencoblosan, masih menggunakan kunyit, bukan tinta.

Baca Juga:Malam-malam, Bawaslu Kota Cirebon Kumpulkan Orang, Ada Apa Ya?761 Mahasiswa UGJ Cirebon Mengikuti KKN, Ini Lokasinya

Taufik menambahkan, untuk mengantisipasi berita-berita hoax, Bawaslu RI bekerja sama dengan YouTube. Sudah ribuan akun penyebar hoax di-takedown karena ada juga ujaran kebencian.

Ketua Panwascam Kejaksan, Subagio menambahkan, titik rawan ada di Kelurahan Sukapura, khususnya warga perbatasan.

Menurut Subagio, pasti banyak yang mencurigai soal data pemilih tetap atau DPT. Untuk mengantisipasi hal ini, pihaknya akan menyiasati dengan sosialisiasi ke tingkat RT dan RW.

Anggota Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah MPd menjelaskan, pihaknya telah melakukan apel siaga pengawasan satu tahun menuju Pemilu 2024.

Apel siaga satu tahun menjelang pemilu ini sebenarnya bersamaan dengan apel siaga pemilu yang digelar Bawaslu RI. “Satu tahun jelang Pemilu 2024 mendatang, kita dihadapkan pada pemungutan suara pemilu legislatif dan pemilihan presiden,” ucapnya.

Devi menegaskan, tiga hal yang perlu diperhatikan adalah, Bawaslu memastikan siap membuka posko menjaga hak pilih. Jika ada warga punya hak pilih tapi belum tercatat pantarlih, maka Bawaslu, Panwascam dan PKD, harus siap menerima pengaduan.

Kemudian, ada Jarimu mengawasi pemilu, masyarakat bisa ikut log-in mendaftarkan diri. Tidak hanya itu, masyarakat bisa mengikuti informasi kepemiluan.

Baca Juga:Mau Jadi Anggota DPRD Kota Cirebon? Partai Gelora Sudah Buka Pendaftaran BacalegPembangunan Rumah Sakit Baznas di Cirebon, Ini Lokasi yang Dibidik

Nah, dari informasi tersebut, maka yang membuat berita hoax tentang pemilu bisa dapat diketahui. “Pemilu ini demokratis dan berintegritas,” kata Devi.

“Kita sudah tidak bisa berleha-leha lagi, karena 2024 menggelar pemilu. Sebagai pengawas pemilu, kita mesti melakukan pengawasan. Jangan ada berita hoax sepanjang pemilu.

0 Komentar