Belasan Sapi Terserang Virus LSD, Produksi Susu Menurun Drastis, Apa Virus LSD Itu?

Belasan Sapi Terserang Virus LSD, Produksi Susu Menurun Drastis, Apa Virus LSD Itu?
SAPI DISERANG PENYAKIT : Sapi di Kabupaten Kuningan terserang penyakit hingga timbul seperti bentol-bentol pada kulitnya.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID KUNINGAN – Belum juga tuntas permasalahan penyakit mulut dan kaki yang menyerang ternak sapi, kini ternak sapi terancam dengan adanya penyakit Lumpy Skin Disease atau penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh virus LSD. Apa virus LSD itu?

Para peternak sapi khawatir sapi-sapinya jatuh sakit karena terinveksi virus LSD ini. Virus LSD ini adalah penyakit yang menyebabkan sapi demam, timbul seperti bentol-bentol pada kulit.

Di Kabupaten Kuningan jumlah sapi perah yang terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) atau dikenal dengan sebutan penyakit Lato-Lato, jumlahnya sudah mencapai sekitar 13 ekor.

Baca Juga:DILARANG Menyadap, Akademisi Kuningan Menilai Penyadapan Getah Pinus Ganggu Ekosistem Ciremai2 Pekan Jelang Ramadan, Harga 4 Komoditi Ini Masih Tinggi, Apa Sebabnya?

“Kesehatan sapi hingga terjangkit, itu akibat paparan virus melalui serangga yang terjadi di lingkungan kandang sapi,” kata Jhonnais, Penyuluh Koperasi Susu Karya Nugraha, saat ditemui radarcirebon.id di kandang sapi milik warga, kemarin (8/3/2023).

Menurut Jhonnais, sebaran penyakit itu diketahui pada beberapa pekan lalu hingga membuat peternak resah. Penyebaran tersebut terjadi sekitar dua minggu yang lalu. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan cek medis melalui laboratorium.

Mengenai gejalanya hingga sapi mengalami sakit dan diketahui terpapar LSD, ini terlihat pada bagian organ bawah sapi.

“Gejala penyakit LSD positif, ini dari timbulnya bentuk bulat pada kaki sapi. Nah, bentuk bulat itu bisa membesar hingga akhirnya pecah. Nah, saat pecah nanti, cairan itu bau tak sedap,” kata Jhonais.

Seperti yang dialami Yono (36) salah seorang peternak sapi di Desa Puncak Kecamatan Cigugur mengaku resah dan khawatir dengan adanya virus LSD tersebut.

“Resah dan hawatir, apalagi penyakit itu baru terjadi sekitar semingguan lalu,” kata Yono.

Menurut Yono, serangan penyakit itu terjadi pada bagian bawah, itu terlihat di kaki depan dan belakang hingga menimbulkan keanehan bentuk tubuh sapi.

0 Komentar