BUMDes Maju Ujung Gebang Terus Tingkatkan Ekonomi Desa saat Pandemi Covid-19

BUMDes Maju Ujung Gebang Terus Tingkatkan Ekonomi Desa saat Pandemi Covid-19
LEBARKAN SAYAP USAHA: Di tengah pandemic Covid-19, BUMDes Maju Desa Ujung Gebang Kecamatan Sukra terus melebarkan sayap usahanya di berbagai bidang. ISTIMEWA/ RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Desa Ujung Gebang Kecamatan Sukra terus berkontribusi untuk tingkatkan pembangunan desa. Sempat terkena imbas pandemi Covid-19, BUMDes terbaik kedua se-Jawa Barat ini mulai bangkit dan melebarkan sayap usahanya. Apa saja terobosannya?
ANANG SYAHRONI, Sukra
TIDAK dipungkiri, BUMDes menjadi salah satu penopang pendapatan asli desa (PADes). Termasuk, BUMDes Maju milik Pemdes Ujung Gebang ini. Sebelum pandemi Covid-19, BUMDes terbaik pertama di Indramayu sekaligus terbaik kedua di Jawa Barat ini mengelola usaha wisata pantai, yakni Pantai Plentong.  Dengan usaha pengelolaan wisata desa beruapa Pantai Plentong ini, mampu mendongkrak pendapatan asli desa dan menyumbang PAD untuk Desa Ujunggebang pada tahun 2019 sebesar Rp25 juta.
Sayangnya, di tahun 2020 pandemi Covid-19 datang. Sehingga, pendapatan menurun drastis. “Sejak tahun 2016 kita sumbang PAD baru Rp2 juta, meningkat Rp6 juta, hingga tahun 2019 sampai Rp25 juta,” ungkap Ketua BUMDes Maju Ujung Gebang, Taripan SE kepada Radar Indramayu, kemarin.
Tapi, lanjut Taripan, bidang wisata desa Pantai Plentong  ikut terdampak pandemi Covid-19. “Pengunjung menurun drastis hingga PAD desa juga turun drastis,” kata Taripan.
Kendati demikian, pihaknya mulai bangkit melebarkan sayap usaha dengan melakukan budi daya ulat Hongkong dan jangkrik. Dengan mengadakan pemberdayaan kepada kelompok pembudidaya ulat Hongkong dan jangkrik. Pihaknya menggandeng kepala unit BRI Sukara sebagai pembicara dalam hal permodalan kepada pembudidaya ulat Hongkong dan jangkrik. “BUMDes akan membuat sebuah kluster pusat budi daya ulat Hongkong di Desa Ujung Gebang sehingga para pembudidaya mendapatkan hasil tidak hanya dari jualan ulatnya namun dari edukasi dan wisata ke anak anak sekolah sebagai ladang edukasi buat  mereka,” paparnya.
Selain membudidayakan ulat Hongkong dan jangkrik, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Samsat Bapenda dan PPOB BJB untuk melayani masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor. Dimana, pihaknya mempekerjakan petugas sebagai penelusur pajak yang nunggak dengan kompensasi 10.000/lembar.
Dalam kegiatan usaha ini, sambungnya, BUMDes Maju sangat diuntungkan karena mendapatkan keuntungan dari beberapa segi, untung dari pemberdayaan penelusuran, untung dari Admin PPOB, dan satu lagi jasa ojek antar cetak pajak yang nilainya sesuai keikhlasan dari nasabah. “Pada akhirnya BUMDes dapat membantu masyarakat dalam hal pengurusan pajak PKB, wajib pajak dibantu lebih dekat,” jelasnya

0 Komentar