Geng Motor Kian Meresahkan

geng-motor-cirebon
Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi memimpin konferensi pers pengungkapan kasus geng motor, kemarin. Tampak pelaku dan barang bukti senjata tajam juga dihadirkan saat jumpa pers. FOTO: OKRI RIYANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

CIREBON – Geng motor di Cirebon makin meresahkan. Masih liar. Bikin waswas. Konvoi dengan sepeda motor bikin pengguna jalan ketakutan. Apalagi yang dibawa senjata tajam. Ada jenis celurit, samurai, bahkan gergaji es ukuran besar.
Minggu dini hari lalu (21/2) sekitar pukul 03.00 mereka aksi di Jl Sawah, Blok Desa, Wanasaba Lor, Kecamatan Talun. Seorang remaja asal Kesambi, Kota Cirebon, AP (16), diamuk tanpa ampun. Korban terkapar mandi darah. Mengalami luka di punggung dan tangan dengan bekas sabetan celurit dan gergaji. Juga dihantam dengan batu dan botol miras.
Peristiwa itu bermula ketika kelompok geng motor yang mengaku kelompok X (inisial) membuat kontak dengan kelompok geng motor inisial B. Mereka telah sepaka akan melakukan tawuran di wilayah Ciperna. Namun, saat tiba waktu yang sudah disepakati, kelompok B ternyata tidak datang. Padahal kelompok X ini sudah menyiapkan senjata tajam (sajam) yang disimpan di dalam jok sepeda motor.
Kelompok X kemudian membubarkan diri. Sebagian pulang melewati Jalan Pangeran Cakrabuana. Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di lampu merah Talun, mereka berpapasan dengan korban AP. Rupanya salah satu pelaku asal Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, mengenal AP yang merupakan anggota kelompok lawan atau kelompok B. Langsung saja AP dikejar.
Korban yang kabur menyelematkan diri ternyata salah jalan. Ia masuk area pesawahan. Tidak tahu medan. Suasana juga gelap. Sehingga ia terjebak dan berhenti di tengah jalan. AP pun menjadi sasaran empuk. Mulai dari botol miras, batu, hingga celurit dan geragaji es mendarat ke tubuhnya.
Setelah menjadi bulan-bulanan, korban dibiarkan tergeletak penuh darah. Tangan dan punggung korban mengalami luka bacok. Para pelaku melarikan diri. Motor korban bahkan dibawa oleh para pelaku dan dibuang di perkebunan kosong milik warga setempat yang berjarak 500 meter dari lokasi kejadian.
Pagi harinya, warga setempat yang melihat motor korban kemudian menyerahkan ke Polsek Talun. Ternyata waktu yang sama, korban juga melapor ke Polsek Talun. Dari situlah polisi bergerak hingga berhasil mengamankan para pelaku. Penyidik Gabungan Unit Reskrim Polsek Talun dan Tim Tekab 852 Satreskrim Polresta Cirebon menangkap empat orang. Di antaranya TI (21) dan tiga pelaku lainnya di bawah umur. YAkni  AS (17), MS (16), dan DA (15).

0 Komentar