Heboh Mayat Bayi di Sungai Ciporang, Kaki Kiri Hilang Dimakan Biawak

mayat-bayi
LOKASI KEJADIAN: Anggota Polres Ciawigebang bersama Babinsa mendatangi lokasi penemuan mayat bayi di Desa Pajawan Lor Kecamatan Ciawigebang, Senin (26/10). Foto: Istimewa
0 Komentar

KUNINGAN-Warga Desa Pajawan Lor, Kecamatan Ciawigebang, digegerkan penemuan mayat bayi mengambang di aliran Sungai Ciporang, Senin (26/10) pagi. Miris, kaki kiri bayi tersebut sudah hilang diduga akibat dimakan biawak.
Berdasarkan informasi dihimpun, kejadian memilukan tersebut pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga bernama Wawan yang tidak sengaja melihat seekor biawak sedang memakan bangkai di Sungai Ciporang pada Senin pagi. Wawan pun kemudian memanggil salah satu temannya yang bernama Adi mengabarkan temuannya tersebut dan mengajaknya untuk mendekat. Namun Wawan dan Adi terkejut saat melihat dari dekat bangkai tersebut ternyata adalah sesosok mayat bayi dengan kondisi sudah hampir membusuk.
Kemudian, keduanya berinisiatif mengamankan jasad bayi tak berdosa tersebut ke darat dengan terlebih dahulu memasukkannya ke dalam karung. Kabar temuan mayat bayi ini pun dengan cepat menyebar hingga banyak warga yang mendatangi lokasi kejadian untuk melihat dari dekat. Temuan mayat bayi ini pun kemudian dilaporkan warga ke pihak Polsek Ciawigebang.
Laporan ini pun langsung ditanggapi Kapolsek Ciawigebang AKP Yayat Hidayat datang langsung ke tempat kejadian bersama anggotanya bersama tim Inafis Polres Kuningan untuk proses identifikasi. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, petugas langsung membawa mayat bayi malang tersebut ke Kamar Mayat RSUD ’45 Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan kondisi kaki kiri sudah hilang. Berdasarkan keterangan saksi yang pertama menemukan, katanya sempat melihat ada biayawak di dekat mayat tersebut sehingga diduga kaki bayi tersebut hilang karena dimakan biawak,” ujar Kapolsek Yayat kepada Radar.
Yayat menambahkan, melihat kondisi mayat yang sudah hampir membusuk diperkirakan kematian bayi tersebut sudah tiga hari. Diduga, bayi tersebut dibuang oleh ibunya karena hasil hubungan gelap dengan pasangannya dan tidak diharapkan kehadirannya di dunia.
“Kondisi bayi masih terdapat ari-ari dan sangat memprihatinkan, sebagian perutnya terburai. Diduga bayi ini dibuang karena hasil hubungan gelap orang tuanya,” ujar Yayat.

0 Komentar