Kerugian Lebih Rp600 Juta

Kerugian Lebih Rp600 Juta
BERI KETERANGAN: Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Ridwan Kamil konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (20/7). --FOTO: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi Jabar
0 Komentar

 
 
 
PANGURAGAN – Satu dari dua gudang rongsok di Desa Panguragan Wetan, Kecamatan Panguragan yang terbakar ternyata milik polisi bernama Bripka H Sigit Santoso (33). Dia bertugas sebagai anggota unit Laka Lantas Polresta Cirebon.
Meskipun masih muda, Sigit sudah berkecimpung di dunia bisnis rongsok sudah tahunan. Gudang yang dia dirikan sudah sekitar 3 tahun. Sayangnya, gudangnya kini rata dengan tanah ludes terbakar, Minggu malam (19/7) sekitar pukul 22.30 WIB. Termasuk gudang sebelahnya milik H Mulya yang sudah berdiri sekitar 7 tahunan.
Akibat dari kejadian itu, Sigit harus mengalami kerugian sekitar Rp300 juta. Dua mesin penggiling pralon, barang rongsok seperti pralon, bekas minuman kemasan, dan lainnya terbakar. Begitu juga milik H Mulya. Barang rongsoknya ludes.  Koban juga mengalami kerugian yang ditaksir sekitar Rp300 juta.
“Salah satunya milik Bripka Sigit. Ia sudah kita mintai keterangan. Dia keluar gudang sekitar pukul 20.00 WIB. Kerugian ditaksir Rp300 juta. Kalau H Mulya masih belum kita mintai keterangan. Dia masih syok. Tapi, kerugian ditaksir sekitar Rp300 jutaan,” papar Kapolsek Panguragan AKP Yanto Risdianto.
Kasus kebakaran itu kini ditangani Polsek Panguragan. Lokasi kebakaran juga sudah dipasang police line. Sehingga kawasan tersebut tidak bisa dimasuki oleh masyarakat. Lokasi tersebut masi dalam penyelidikan polisi.
Unit Reskrim Polsek Panguragan juga sudah memintai keterangan pada 4 saksi. Termasuk tetangga di gudang yang terbakar. Dari hasil pemeriksaan itu tdak ada saksi yang mengetahui asal api. Namun, masyarakat yang pertama melihat api sudah ada di tengah gudang milik Sigit.
Melihat api yang besar, warga berteriak minta tolong. Salah satu warga juga datang ke Polsek Panguragan. Lokasi kejadian dengan Polsek Panguragan cukup dekat, sekitar 500 meter.
“Anggota kita sampai lokasi, api sudah besar. Kita selamatkan barang yang bisa diselamatkan, seperti mobil pikap. Kita tarik agar tidak ikut terbakar. Selain itu, tidak ada barang yang tertolong. Semua terbakar,” jelasnya.
Tidak lama kemudian, Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon datang. Tidak tangung-tanggung, yang datang sampai 7 armada.
“Saya tahu ada kebakaran langsung panik. Telepon Pos Jaga Arjawinangun, lama. Kemudian telepon Pos Jaga Gunungjati, pos Jaga Weru juga. Terakhir saya telepon Kasi Tanggap Darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon Eno Sujana,” tutur aparat Desa Panguragan Wetan Suherman yang biasa disapa Buser.

0 Komentar