Lebih Dekat dengan Aerli Rasinah; Cucu Maestro Tari Topeng Mimi Rasinah

aerli-rasinah-tari-topeng
Aerli Rasinah, cucu maestro Seni Tari Topeng Tradisional Nusantara asal Indramayu, Jawa Barat.
0 Komentar

“Saya di sanggar ada kelas regenerasi Penari Topeng Muda. Ada yang berbayar, ada juga kalau anak yatim atau dari keluarga tidak mampu yang mau belajar dengan serius, kita gratiskan. Namun, saat masuk ke dunia pendidikan di sekolah dasar, kita terbentur pada kebijakan manajamen sekolah. Ada beberapa yang menolak, tapi saya coba melakukan pendekatan sampai akhirnya alhamdulillah sekarang dijadikan muatan lokal wajib dan ekstrakurikuler favorit di beberapa sekolah. Bahkan murid-murid saya dari SD, ada yang saya bawa ke luar negeri seperti Jepang atau ke benua Eropa,” ungkap Aerli Rasinah saat wawancara eksklusif dengan tim Radar Indramayu, kemarin.
Perjuangan Aerli Rasinah puluhan tahun berbuah manis. Adanya Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah ini, menjadi wisata budaya daerah di Kabupaten Indramayu dan berdampak pada ekonomi kerakyatan.
Selain regenerasi penari topeng muda, di sanggar juga ada kegiatan belajar melukis topeng, belajar membuat topeng, belajar menabuh gamelan, dan melakukan manajemen penjualan berbagai produk hasil kesenian sanggar.
Pementasan di beberapa negara seperti Jepang, Inggris, Australia, Belgia, Perancis, Italia, Swiss dan banyak negara lainnya, menjadi prestasi dan saksi tersendiri atas gigihnya perjuangan kemandirian beliau.
Segudang prestasi telah diraih. Misalnya, puluhan piagam dan penghargaan seni dari pemerintah Women of The Year 2002 melalui Kementerian Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia. Penghargaan seniman senior Indonesia Maestro Seni Tradisi 2007. Life Time Achievement pada Festival Tari Topeng Nusantara 2010 dan sebuah penghargaan dari Negeri Kincir Angin Belanda.
Aerli Rasinah juga terpilih sebagai Local Hero (Pahlawan Lokal, red) dan berhasil memenangkan penghargaan bergengsi dari PT Pertamina (persero) pusat pada tahun 2016.
“Alasan kami memilih Sanggar Mimi Rasinah adalah terkait dengan visi misi kami dan tujuan pelestarian budaya lokal dengan pendekatan edukasi. Karena awalnya program kami memiliki sasaran ke anak-anak sekolah di sekitar wilayah operasi untuk mengajarkan seni tari dan gamelan,” jelas Devanty Puri, Corporate Social Responsibility (CSR) Staff PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field.
Aerli Rasinah mengaku sangat terbantu dengan sumbangsih yang diberikan oleh CSR PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

0 Komentar