Obituari KH Ismail Bin Kiai Muhtadi: Gigih Menjaga Tradisi Pesantren Benda Kerep Cirebon

kiai-sepuh-bendakerep
Proses pemakaman jenazah KH Ismail Bin Kiai Muhtadi, Rabu (11/1/2023). KH Ismail dikebumikan di Pasarean Cikolontong, sekitar 500 meter wilayah perbukitan di kawasan Ponpes Benda Kerep, Argasunya, Kota Cirebon. Foto: Yusuf Suebudin/Radar Cirebon.
0 Komentar

CIREBON, RADARCIREBON.ID- Kiai sepuh di Benda Kerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon, KH Ismail Bin Kiai Muhtadi, meninggal dunia pada Selasa malam (10/1/2023) sekitar pukul 21.30 WIB.

Pengasuh Ponpes Benda Kerep itu meninggal dunia karena penyakit diabetes di usia 74 tahun. Para pejabat di Kota Cirebon dan sekitarnya berbondong-bondong mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.

Tampak hadir Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati, Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi, Kapolres Cirebon Kota AKBP Ariek Indra Sentanu dan tamu penting lainnya,

Baca Juga:Profil Yuliarso, Alumni SMAN 1 Cirebon yang 3 Periode Berturut-turut Jadi Anggota DPRD Kota Cirebon Fraksi DemokratHotman Sebut Venna Melinda Tertekan dan Tak Bahagia, akan Gugat Cerai Ferry Irawan

KH Ismail dikebumikan di Pasarean Cikolontong. Sekitar 500 meter -ke atas/perbukitan- dari Ponpes Benda. Pasarean Cikolontong merupakan tempat pemakaman umum. Serta pemakaman kiai-kiai sepuh di daerah sekitar.

Pengasuh Pesantren Benda Kerep KH Muhammad Miftah mengatakan almarhum meninggal karena penyakit diabetes. Sempat rawat jalan dan rawat inap di RS Ciremai Cirebon.

“Memang sebelum-sebelumnya sudah terlihat sakit. Pernah dirawat di RS Ciremai 3 kali. Meninggal tadi malam pukul 21.30,” ujar Kang Miftah -panggilan akrab KH Muhammad Miftah- kepada Radar Cirebon usai pemakaman, Rabu siang (11/1/2023).

Kang Miftah mengatakan, setelah dilakukan check up dokter, lambung dan jantung KH Ismail tak mengalami masalah. Artinya, selain karena usia yang sudah sepuh, almarhum berpulang karena penyakit kadar gula tinggi yang menderitanya itu.

Ditanya terkait wasiat yang ditinggalkan, Kang Miftah mengaku tak menerima wasiat tersebut. “Ngga tahu ya, kalau itu (mengenai wasiat, red) mungkin ke putra dan putrinya,” jelas Kang Miftah.

Almarhum meninggalkan 2 orang anak; putra dan putri. Kiyai Haji Ismail merupakan anak Kiyai Muhtadi Bin Kiyai Muslim Bin Kiyai Sepuh Soleh. Di mana Kiyai Sepuh Soleh, imbuh Kang Miftah, merupakan pendiri Ponpes Benda Kerep.

Jenazah KH Ismail dimakamkan di sebelah barat kakeknya: Mbah Kiai Muslim. Serta berada di sebelah selatan malam Kiai Muhtadi dan Nyai Samroh Binti Kiai Abu Bakar yang merupakan kedua orang tua dari Almarhum KH Ismail.

0 Komentar