Pakwan Pajajaran, Mengenal Ibu Kota Kerajaan Sunda di Bogor

sejarah-kerajaan-sunda
Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi pernah memerintah Kerajaan Sunda/Istimewa.
0 Komentar

Dan, di sana memang banyak ditemukan pohon paku. Sehingga, menurut Holle, nama Pakwan atau Pakuan memiliki kaitan dengan kehadiran Cipaku dan pohon paku.

Pakwan Pajajaran itu berarti pohon paku yang berjajar (op rijen staande pakoe bomen).

Selanjutnya lewat naskah G.P. Rouffaer (1919) dalam Encyclopedie van Niederlandsch Indie edisi Stibbe tahun 1919.

Baca Juga:Nina Ketemu Ridwan Kamil, Ada Kalimat Khusus untuk Lucky HakimP1 – P4 Wajib Tahu, Update Terbaru Pengumuman PPPK Guru, Cek di Sini

Di sana disebutkan bahwa Pakwan atau Pakuan itu punya arti ‘paku’, akan tetapi harus diartikan paku jagat (spijker der wereld) yang melambangkan pribadi raja seperti pada gelar Paku Buwono dan Paku Alam.

Pakuan menurut Fouffaer setara dengan Maharaja. Kata Pajajaran’ diartikan sebagai ‘berdiri sejajar’ atau ‘imbangan’ (evenknie).

Karena itu, apa yang dimaksudkan Rouffaer adalah berdiri sejajar atau seimbang dengan Majapahit.

Sekalipun Rouffaer tak merangkumkan arti Pakwan Pajajaran, tapi dari penjelasan dan uraiannya bisa disimpulkan bahwa Pakwan Pajajaran menurut pendapatnya berarti ‘Maharaja yang berdiri sejajar atau seimbang dengan (Maharaja) Majapahit’.

Jadi, ia satu pandangan dengan Hoesein Djajaningrat (1913) bahwa Pakswan Pajajaran didirikan tahun 1433.

Literasi berikutnya oleh R. Ng. Poerbatjaraka (1921), di mana lewat tulisan De Batoe-Toelis bij Buitenzorg (Batutulis dekat Bogor) ia menjelaskan bahwa kata ‘Pakuan’ mestinya berasal dari bahasa Jawa kuno ‘pakwwan’ yang kemudian dieja ‘pakwan’ atau dengan satu ‘w’, ini tertulis pada Prasasti Batutulis).

Dan, dalam lidah orang Sunda kata itu akan diucapkan ‘pakuan’. Kata ‘pakwan’ berarti kemah atau istana.

Baca Juga:Tol Cisumdawu akan Beroperasi Penuh, Cek 6 Seksi dan Tarif yang Berlaku saat IniSIAP-SIAP! Pengumuman Hasil Seleksi PPPK Guru 2022 akan Disampaikan oleh BKN

Jadi, Pakwan Pajajaran, sebagaimana pandangan Poerbatjaraka, berarti ‘istana yang berjajar’ (aanrijen staande hoven).

Selanjutnya, H. Ten Dam (1957) yang merupakan insinyur pertanian, Ten Dam meneliti kehidupan sosial-ekonomi petani Jawa Barat dengan pendekatan awal segi perkembangan sejarah.

Dalam tulisannya, Verkenningen Rondom Padjadjaran (Pengenalan sekitar Pajajaran), pengertian ‘Pakuan’ ada hubungannya dengan ‘lingga’ (tonggak) batu yang terpancang di sebelah prasasti Batutulis sebagai tanda kekuasaan.

0 Komentar