Pakwan Pajajaran, Mengenal Ibu Kota Kerajaan Sunda di Bogor

sejarah-kerajaan-sunda
Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi pernah memerintah Kerajaan Sunda/Istimewa.
0 Komentar

Suradipati adalah nama keraton induk. Hal ini dapat dibandingkan dengan nama-nama keraton lain, yaitu Surawisesa di Kawali, Surasowan di Banten dan Surakarta di Jayakarta pada masa silam.

Karena nama yang panjang itulah mungkin orang lebih senang meringkasnya, Pakuan Pajajaran atau Pakuan atau Pajajaran. Nama keraton dapat meluas menjadi nama ibukota dan akhirnya menjadi nama negara.

Contohnya: Nama keraton Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat, yang meluas menjadi nama ibukota dan nama daerah. Ngayogyakarta Hadiningrat dalam bahasa sehari-hari cukup disebut Yogya.

Baca Juga:Nina Ketemu Ridwan Kamil, Ada Kalimat Khusus untuk Lucky HakimP1 – P4 Wajib Tahu, Update Terbaru Pengumuman PPPK Guru, Cek di Sini

Pendapat Ten Dam (Pakuan=ibukota ) benar dalam penggunaan, tetapi salah dari segi semantik. Dalam laporan Tome Pires (1513) disebutkan bahwa bahwa ibukota kerajaan Sunda itu bernama ‘Dayo’ (dayeuh) dan terletak di daerah pegunungan, dua hari perjalanan dari pelabuhan Kalapa di muara Ciliwung.

Nama ‘Dayo’ didengarnya dari penduduk atau pembesar Pelabuhan Kalapa. Jadi jelas, orang Pelabuhan Kalapa menggunakan kata ‘dayeuh’ (bukan “pakuan”) bila bermaksud menyebut ibukota.

Dalam percakapan sehari-hari, digunakan kata ‘dayeuh, sedangkan dalam kesusastraan digunakan ‘pakuan’ untuk menyebut ibukota kerajaan.

Itulah penjelasan mengenai Pakwan Pajajaran, ibu kota Kerajaan Sunda, yang dihimpun dari berbagai literasi sejarah. (*)

 

0 Komentar