Pesulap Merah Vs Ida Dayak: Kami Sudah di Jakarta!

pesulap merah
Pesulap Merah (kiri) vs Ida Dayak (kanan). Foto: Burhannudin - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Orang Dayak asli menanggapi serius komentar Pesulap Merah tentang perlakuan terhadap Ida Dayak.

Diketahui, fenomena Ida Dayak yang merebak di media sosial dan bisa mengobati penyakit umum seperti patah tulang, menarik perhatian para pembuat konten, salah satunya Pesulap Merah.

Diungkapkan oleh Pesulap Merah bahwa Ida Dayak sebenarnya adalah seorang tukang pijat tulang, mirip dengan cara yang dilakukan oleh Haji Naim, seorang spesialis patah tulang.

Baca Juga:PMII UI Bunga Bangsa Sukses Adakan Bukber Raya 1444 H, Khotmil Al-Qur’an dan Deklarasi IKA PMIIKeutamaan Shalat Tarawih di Malam Ke-22 Bulan Ramadhan

“Tentang Ida Dayak, pengobatannya ya ahli pijat tulang pada umumnya, semua ahli perbaikan tulang juga memang begitu keahliannya (Contoh ahli patah tulang lainnya adalah = HAJI NAIM),” – tandas Marcel Radhival dalam unggahannya di Instagram.

Bahwa minyak yang dimaksudkan untuk menghilangkan darah kotor bukanlah minyak ajaib.

Dalam paparannya, Marcel Radhival juga menjelaskan tentang minyak merah yang dipasang Ida Dayak di channel YouTube miliknya.

“Terus kalau tentang cairan minyak yang katanya bisa ngeluarin darah kotor (beberapa kali Ida Dayak pernah mempraktekkan) itu udah lama gue bongkar kebohongannya di ILMU MERAH,”

“Tapi alhamdulillah belakangan ini IDA DAYAK udah enggak pernah lagi praktekin trik itu dan lebih fokus ke keahlian membetulkan tulang yang geser/tidak sesuai tempatnya,” ungkap Pesulap Merah.

Marcel tak hanya mengomentari perempuan bernama asli Ida Andriyani itu, tapi juga masuk ke suku Dayak. Marcel tampak heran Dayak disebut sebagai kawasan mistis.

“Dayak atau Kalimantan itu entah kenapa di Jakarta atau Jabodetabek diyakini seolah itu daerah yang mistis banget atau ilmunya kuat,” ujar Pesulap Merah melalui youtubenya.

Baca Juga:Rekomendasi Program Kerja 5 Bidang KKN Tematik Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan DesaHarmonisasi Demisioner dan Pengurus HIMA-ILHA; Satukan Tekad Wujudkan Impian!

“Pasti banyak di kolom komentar ‘kalau enggak percaya santet, datang lo ke Kalimantan, sini datang ke Dayak’. Nih gue bisikin, ongkosin lah gue ke sana. Terus siapa yang harus gue ketemuin,” pungkas Marcel.

0 Komentar