Rumah Warga Ambruk Diterjang Angin Kencang, Ketua RT: Sudah Tidak Layak Huni

angin-kencang
: Pemilik rumah, Rusmini (63) sedang membereskan puing-puing atap rumah yang ambruk setelah diterjang angin kencang, beberapa hari lalu. Foto: Anang Syahroni/Radarcirebon.id
0 Komentar

INDRAMAYU, RADARCIREBON.ID –Rumah milik Rusmini (63), warga Kelurahan Paoman Kecamatan Indramayu, ambruk diterjang angin kencang.

Pantauan Radar Indramayu, Jumat (6/1/2023), satu kamar dan dapur rumah yang ditinggali Rumini bersama dua anak dan dua cucunya itu, sudah tidak beratap.

Bahkan, apabila tidak segera dilakukan perbaikan, kerusakan rumah akan merembet kebagian lainnya.

Baca Juga:AKBP Fahri Siregar Resmi Jabat Kapolres Indramayu: Layani Masyarakat dengan OptimalPuasa Ayyamul Bidh Januari 2023: Ini Waktu, Keutamaan dan Tata Caranya

Dikatakan Rusmini, bagian rumah yang ambruk terjadi saat terjadi angin kencang pada Minggu (1/1/2023) siang.

Menurutnya, bangunan rumah yang sudah 100 tahun itu belum pernah direnovasi. Karena terbentur biaya, katanya, rumah  yang sudah tidak layak huni itu belum bisa diperbaiki.

“Ya, karena terbentur biaya hanya perbaikan kecil-kecilan saja, nambal atap yang bocor dan tembok yang rapuh, sampai pada akhirnya dua ruangan atapnya ambruk,” ujarnya.

Namun, Rusmini bersyukur, pada saat atap rumah ambruk banyak tetangga yang membantu membereskan puing-puing atap dan bagian genting yang masih tersisa di atas agar tidak membahayakan anak-anak.

“Hanya bisa pasrah pak. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah dan bisa membantu merenovasi rumah yang saya tinggali,” harapnya.

Sementara itu, ketua RT setempat, Sohibul mengatakan, kondisi rumah Rusmini memang sudah tidak layak huni.

Pihak keluarga, kata Sohibul, belum bisa membangun rumah sendiri karena keterbatasan perekonomian, ditambah lagi suami Rusmini sudah tiada 10 tahun silam.

Baca Juga:Bikin Gebrakan, Ini Langkah Dandim 0620 Kabupaten Cirebon Tangani Sampah di Level DesaCatat, Jumat dan Sabtu Samsat Keliling Tidak Libur, Ini 3 Layanan yang Diberikan

Melihat kondisi rumah, pihaknya telah mengajukan perbaikan program rutilahu ke pemerintah pada sejak November 2022.

“Sampai saat ini belum ada tanda-tanda realisasi, sampai ambruk kena angin kencang. Semoga apa yang sudah kami ajukan bisa segera dibantu. Apalagi kondisi rumah memang sudah tak layak huni,” katanya. (oni)

 

0 Komentar