Sekolah Belum Boleh Tatap Muka

mpls-daring-kota-cirebon
Perwakilan siswa menghadiri penutupan MPLS di SMPN 1, Rabu (15/7). Foto: Okri Riyana/Radar Cirebon
0 Komentar

CIREBON – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) pada tahun ajaran baru 2020-2021 resmi berakhir, Rabu (15/7). Penutupan MPLS dilakukan secara simbolis oleh wakil walikota Cirebon dan kepala Dinas Pendidikan, di SMP Negeri 1 Cirebon.
Setelah MPLS, KBM mulai efektif dilakukan masih dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, H Irawan Wahyono SPd MPd menjelaskan, seluruh sekolah TK-SMP negeri maupun swasta di Kota Cirebon, sesuai dengan surat edaran yang telah diterbitkan oleh walikota Cirebon belum boleh melakukan KBM tatap muka di dalam kelas. Sementara masih tetap dilakukan dengan sistem PJJ.
“Jadi kalau di surat edaran walikota itu, semua dilakukan dengan PJJ sampai dengan adanya pengumuman atau pemberitahuan baru dibolehkannya belajar tatap muka di kelas,” kata Irawan, kepada Radar Cirebon.
Terkait kapan pengumuman atau pemberitahuan terbaru tersebut, Irawan mengaku pemerintah daerah mengacu pada apa yang diinstruksikan oleh pusat dan provinsi. Sejauh ini, dari gubernur dan mendikbud juga belum diizinkan adanya penyelenggaraan KBM tatap muka dalam kelas.
Pihaknya telah memfasilitasi PJJ ini melalui siaran langsung yang menggandeng RCTV, ditayangkan setiap hari dan jadwalnya dilakukan secara bergantian antara kelas 1-6 SD dan kelas 7-9 SMP.
Di luar itu, pihaknya telah menyerahkan kepada setiap sekolah untuk membuat pola inovasi dan PJJ tambahan. Apakah melalui aplikasi di gadget atau pembagian modul. Yang jelas, bobot pembelajaran yang dilakukan selama PJJ ini mesti sesuai dan memenuhi target kurikulum yang diberikan kepada para peserta didik.
Sementara itu, Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati mengatakan, program PJJ kerjasama antara Disdik Kota Cirebon dengan RCTV merupakan solusi yang tepat bagi siswa yang tak memiliki gadget canggih dan tak mampu membeli kuota.
“Program ini sangat baik dan memudahkan bagi orang tua siswa yang mungkin ada yang kesulitan membekali fasilitas gadget dan kuota kepada anak-anaknya. Saya berharap seluruh kepala sekolah tenaga pengajar negeri maupun swasta untuk mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh tersebut,” ujarnya.

0 Komentar