Strategi Sekolah Swasta Tegakan PPDB Jujur

Strategi Sekolah Swasta Tegakan PPDB Jujur
Siswa mengikuti psikotest di SMA Sekar Kemuning, Kamis (18/6). Foto: Apridista S Ramdhani/Radar Cirebon
0 Komentar

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi proses krusial. Jumlah siswa yang tak merata hingga sulitnya sekolah swasta mendapatkan peserta didik, menjadi bumbu dalam pelaksanaan setiap tahunnya.

APRIDISTA SITI RAMDHANI, Cirebon
JALUR prestasi, afirmasi, dan pindahan di PPDB tengah berproses. Setelah itu memasuki penerimaan berdasarkan zonasi. Untuk menghindari persaingan tidak sehat, Forum Kepala SMA Swasta (FKSS-SMA) Kota Cirebon memilki strategi tersendiri.
Pandemi covid-19 ternyata tak memiliki dampak yang cukup signifikan pada proses PPDB di sekolah swasta. Semua berjalan seperti biasa dengan perubahan sistem promosi.
Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS-SMA) Kota Cirebon, Abdul Majid SPd menuturkan PPDB tahun ini dilalukan dengab mengikuti jukni yang sudah dikeluarkan Balai Pendidikan provinsi Jabar.
Sesuai instruksi, pantia PPDB masing-masing menerima tamu atau masyarakat sekitar yang hendak mendaftarkan anaknya di sekolah swasta. “Semua kami lakukan sesuai instruksi yang dikeluarkan,” tuturnya.
Dalam praktiknya, ada dua tipe sekolah swasta dalam menerima atau mendapatkan siswa baru. Saat ini, ada sekolah swasta yang sudah penuh sehingga tak lagi menerima pendaftaran, dan ada juga yang menunggu limpahan siswa dari sekolah negeri. Beberapa di antaranya pun merasa tak berpengaruh dengan adanya pandemi ini.
“Seperti contohnya sekolah saya, di SMA Sekar Kemuning Islamic Boarding School jumlah siswa tak terpengaruh namun memang promosi kita alihkan dengan promosi melalui media online, koran, dan media elektronik lainnya,” paparnya.
Menurutnya hal ini juga yang turut dilakukan berbagai sekolah swasta lainnya. Biasanya sekolah swasta bisa melakukan road show ke sekolah-sekolah dan bertatap langsung dengan calon anak didik, di tahun ini sebagian besar tidak bisa dilakukan. “Sekolah saya sendiri benar-benar mengoptimalisasikan IT untuk proses PPDB tahun ini,” ungkapnya.
Tak hanya itu, di tahun ajaran ini FKKS SMA Kota Cirebon juga telah sepakat membuat pakta integritas. Di mana dalam hal ini ada perjanjian jumlah rombel kelas yang disepakati di masing-masing sekolah. Diharapkan dengan adanya langkah ini dapat meminimalisir terjadinya penumpukan di satu sekolah swasta dan kesulitan siswa di sekolah swasta lainnya.

0 Komentar