Tahajjud atau Melayani Suami, Mana yang Utama? Ini Penjelasan dan Jawaban Buya Yahya

buya-yahya
Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai tahajjud atau melayani suami, manakah yang utama di antara kedua itu? Foto: Istimewa.
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Ulama Cirebon yang juga Pengasuh Ponpes Al Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan mengenai tahajjud atau melayani suami, manakah yang utama di antara kedua itu?

Penjelasan dan jawaban Buya Yahya mengenai tahajjud atau melayani suami, manakah yang utama di antara kedua itu, setelah adanya pertanyaan dari jamaah perempuan.

Dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV yang dilihat Radar Cirebon pada Kamis 12 Oktober 2023, pertanyaan tersebut dilontarkan seorang jamaah perempuan pada sebuah pengajian di Masjid At Taqwa Kota Cirebon.

Baca Juga:Buya Yahya Menjawab: Hukum Mengambil Persenan dari Sumbangan untuk Anak YatimPilwu di Kabupaten Cirebon Seminggu Lagi, Diikuti 334 Calon, Ini Datanya

Pada kesempatan pengajian tersebut, sang jamaah perempuan meminta penjelasan Buya Yahta tentang waktu sepertiga malam, apakah lebih mengutamakan beribadah (sholat Tahajjud) atau mengutamakan ajakan suami.

Jamaah perempuan itu mengatakan waktu sepertiga malam itu waktunya jam 3. Di situlah ia meminta penjelasan kepada Buya Yahya, mana yang harus diutamakan, yakni beribadah (sholat tahajjud) atau ajakan suami.

Dalam jawabannya sebagaimana dikutip dari laman buyayahya.org, Buya Yahya mengatakan bahwa tahajjud dan melayani suami keduanya penting, tetapi penting untuk memprioritaskan dengan tepat.

Jika suami pulang larut malam, tidak tepat untuk memintanya untuk shalat tahajud terlebih dahulu. Dia mungkin lelah dan hanya ingin menghabiskan waktu bersama Anda.

Jika Anda bisa, yang terbaik adalah menggabungkan kedua kegiatan tersebut. Misalnya, Anda bisa shalat tahajjud bersama-sama, atau Anda bisa shalat tahajud sebelum atau setelah melayani suami Anda.

Buya Yahya mengatakan penting untuk memiliki pemahaman dan fleksibilitas. Jika suami Anda bukan tipe orang yang suka bangun pagi, Anda mungkin perlu menyesuaikan harapan Anda.

“Kebaikan itu semua akan menjadi baik jika tepat pada waktunya. Bisa jadi hubungan suami istri lebih bagus daripada tahajjud. Bisa jadi tahajjud lebih bagus. Lihat kondisinya dong,” kata Buya Yahya.

Baca Juga:Ini 3 Tempat Terbuka di Kota Cirebon yang Cocok Dijajal Sore Hari, Pas untuk Jalan-jalan Sambil Bawa AnakGeger Beras Plastik Beredar di Cirebon, DKUKMPP Angkat Bicara

“Semuanya bisa diatur. Jangan kau jadikan kebaikan yang engkau lakukan penghalang untuk kebaikan yang lainnya. Akan tetapi hendaknya kebaikan itu dijadikan pemacu untuk kebaikan-kebaikan yang lainnya,” tandas Buya Yahya.

0 Komentar