Tanda Cinta 2 Juntiweden Kurban 10 Sapi

Tanda Cinta 2 Juntiweden Kurban 10 Sapi
KURBAN: Panitia Kurban Tanda Cinta 2 Desa Juntiweden Kacematan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu tahun ini kurban 10 ekor sapi. ISTIMEWA/RADAR INDRAMAYU
0 Komentar

 
JUNTINYUAT-Panitia Kurban Tanda Cinta 2 Desa Juntiweden Kacematan Juntinyuat kembali mengelar kurban. Tahun 2020 ini, jumlah hewan kurban sebanyak 10 ekor sapi. Tahun sebelumnya hanya 9 ekor sapi.
“Tahun ini ada penambahan satu ekor. Semoga untuk tahun depan lebih banyak lagi. Untuk Desa Juntiweden yang menerima daging kurban sebanyak 1700 KK. Alhamdulillah, masyarakat kami kompak,” kata Ketua Panitia H Royani Jahidin.
Royani juga mengucapkan terima kasih kepada panitia kurban dan para RT, yang membagikan daging kurban kepada masyarakatnya, khususnya masyarakat Juntiweden.
Sementara itu, Panitia Bagian Umum, Ustad Kanapi, mengucapkan terima kasih banyak kepada para sohibul kurban yang tergabung dalam kurban Tanda Cinta 2 ini. Sehingga, masyarakat Juntiweden sebanyak 1700 KK bisa menerima daging masing-masing sebanyak 0,5 kg.
“Alhamdulillah. Semoga tahun depan bertambah lagi sapinya. Dan kami panitia mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Sutrisno SIP, yang membimbing kami dari tahun kemarin. Beliaulah yang selalu memberikan masukan dan terbentuknya panitia kurban tanda cinta ini,” ujar Kanapi didampingi Koordinator Panitia, H Udi Suwarsudi.
Sementara dari tokoh Juntiweden, H Durali dan H Darma mengatakan, dengan adanya qurban tanda cinta ini harus di teruskan jangan sampai berhenti. “Bahkan kami mengajak dengan yang lainya untuk bergabung di dalam qurban tanda cinta ini,” kata Durali.
Sementara Bagian Monitoring Kurban Tanda Cinta 2020, Sutrisno mengajak selalu bersatu, kompak dan bergandengan tangan dengam semuanya. “Yuk, mari bersama-sana untuk memajukan desa kami tercinta ini,” ujar pria yang menjabat Kabid di Dinas Kominfo ini.
Dari 10 ekor sapi tersebut, semuanya telah diteliti dan diperiksa hatinya oleh drh Yani Suryani dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu. “Jadi dagingnya aman untuk dikonsumsi,” pungkasnya. (oet) 

0 Komentar