Total 43 Petahana Tumbang

Total 43 Petahana Tumbang
0 Komentar

Secara umum, polisi memastikan Pilwu Serentak 21 November berjalan aman dan lancar. Sempat ada aksi saling lempar batu di Desa Sambeng, Kecamatan Gunungjati. Tapi polisi menegaskan itu bukan tawuran dan bukan dari dua pendukung lawan.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kasi Humas Polres Cirebon Kota (Ciko) Iptu Ngatidja. Pihaknya membenarkan adanya aksi saling lempar batu di Desa Sambeng. Tapi itu bukan dilakukan oleh pendukung calon kuwu.
“Keterangan dari Kapolsek Gunungjati, benar adanya aksi lempar batu yang berlangsung kurang dari 5 menit itu. Itu dilakukan oleh beberapa warga, tidak bisa dikatakan pendukung kuwu. Buktinya, hanya spontan saja dan langsung kondusif,” kata Iptu Ngatidja.
Menurutnya, kondisi di Desa Sambeng  sudah berjalan lancar dan kondusif. Katanya, tidak ada yang bersitegang antarpendukung calon. Tidak sesuai dengan yang digambarkan dalam video yang beredar. “Spontan saja, petugas yang berjaga langsung mengambil langkah menghalau, membubarkan dan meredam. Yang perlu diketahui, tidak ada korban ataupun kerusakan dalam kejadian tadi. Karena hanya beberapa warga, bukan pendukung,” tegasnya.
Terpisah, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman juga memastikan pilwu tak hanya berjalan aman secara kondusivitas, tapi juga aman secara kesehatan karena menerapkan protokol kesehatan ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Arif Budiman dan jajarannya juga menyambangi tiap TPS di beberapa desa, kemudian memantau langsung proses pemungutan suara pilwu dan penerapan protokol kesehatannya. “Alhamdulillah semua berjalan lancar,” tegas Arief Budiman. (dri/cep)

Laman:

1 2
0 Komentar