WAJIB TAHU! Fakta Unik Pedati Gede Pekalangan CIREBON

CIREBON, RADARCIREBON.ID- Fakta unik Pedati Gede Pekalangan Cirebon yang sudah ada semenjak tahun 1371 M. Lokasinya berada di Jl Pekalangan, Gang Madrais, Kota Cirebon.

Saat ini Pedati Gede Pekalangan Cirebon memiliki replika tepatnya di Jl Pasuketan, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon atau samping gedung British American Tobacco atau yang biasa disingkat BAT.

Untuk memasuki wilayah Pedati Gede Pekalangan Cirebon tidak dipungut biaya alias gratis. Kita hanya perlu menemui penjaga atau yang warga sekitar memanggilnya mimi/ibu Sayi.

Beberapa tradisi unik di Pedati Gede Pekalangan Cirebon meliputi penampilan Wayang setiap satu suro, pengajian dan juga syukuran masyarakat setempat berupa sawer menggunakan uang koin.

BACA JUGA : Tentang Pedati Gede Pekalangan, Pernah Digunakan dalam Pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Penampilan Wayang di Pedati Gede Pekalangan Cirebon setiap satu suro  dengan durasi waktu dari setelah bakda Isya hingga tengah malam dengan ditonton antusias dengan warga sekitar atau bahkan pengunjung dari luar.

Sebelum menampilkan Wayang satu hari sebelumnya diadakan pengajian untuk kelangsungan acara penampilan acara Wayang di Pedati Gede Pekalangan Cirebon pada besok harinya.

Tradisi Sawer di  Situs Pedati Gede Pekalangan Cirebon

Untuk masyarakat setempat yang ingin mengadakan acara syukuran menyalurkan pada kegiatan sawer berupa uang koin.

Tradisi Sawer uang koin berlangsung jika ada warga yang mau membagikan sebagian rezekinya kepada warga lain.

Biasanya setelah melakukan kegiatan seperti syukuran Khitanan, Umroh, Naik Haji membeli sesuatu yang baru dan lain sebagainya.

Uang Koin yang di gunakan untuk Tradisi Sawer bermacam-macam mulai dari kepingan koin Rp100 – Rp.1000 ada juga berupa kertas yang di dalamnya terdapat undian untuk di tukarkan.

Pengajian Sebelum Wayang di Situs Pedati Gede Pekalangan

Pengajian di Pedati Gede Pekalangan diadakan satu tahun sekali atau tepatnya pada malam satu Suro atau Tahun Baru Islam.

Pengajian ini mengundang tokoh dan juga masyarakat setempat untuk memberikan kelancaran pada pergelaran wayang yang diadakan esok harinya.

Pengajian di Pedati Gede berlangsung dari sore hari hingga menjelang maghrib dan dilanjutkan setelah bakda Isya.

Komentar