Jamaah Bergerak ke Arafah

Jamaah Bergerak ke Arafah
0 Komentar

Sementara itu informasi yang dihimpun Radar Cirebon, untuk masuk rea yang dijadikan tempat rukun dan wajib haji yakni Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kini diperketat. Seluruh jamaah haji yang terdaftar mesti mengantongi kartu khusus yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta gelang khusus penanda dari maktab penyelenggara yang dilengkapi dengan barcode.
Diharapkan dengan adanya skrining semacam ini dapat lebih menertibkan hanya jemaah haji yang terdaftar yang bisa memasuki area-area tempat pelaksanaan prosesi wajib dan rukun haji. “Haji tahun ini skriningnya cukup ketat. Mudah-mudahan sistem ini dapat semakin menambah kenyamanan dan keamanan jamaah saat menjalani prosesi rukun dan wajib haji. Apalagi tahun ini dikategorikan haji akbar,” ujar H Wasseudin, petugas haji kloter JKS-19.
Jamaah dijadwalkan mulai melaksanakan prosesi wukuf pada Jumat siang waktu setempat. Kemudian dilanjut dengan pemberangkatan ke Muzdalifah segara bertahap guna mengumpulkan baru dan mabit. Lewat tengah malam atau 10 Dzulhijjah dini hari waktu setempat, jamaah mulai diberangkatkan secara bertahap ke Mina dan ditempatkan di tenda-tenda yang telah disediakan. Masih di hari yang sama, jamaah akan mulai melakukan lontar jumroh aqobah di jamarot.
Sementara itu, di samping ketatnya skrining yang dilakukan terhadap jamaah haji, tahun ini fasilitas di Armuzna dirasa lebih baik. Ketua KBIH Nurul Hidayah Kabupaten Cirebon H Heriyanto menyebutkan, saat dilakukan survei ke lokasi beberapa hari lalu, pihaknya mendapati jika tenda-tenda di Arafah dan Mina dilengkapi dengan kasur lipat, bantal, dan selimut. Seluruh tenda juga dilengkapi dengan AC dan blower, serta fasilitas toilet yang lebih baik.
“Alhamdulillah, waktu disurvei kemarin di tenda-tenda disediakan kasur, bantal dan selimut. Dulu-dulu yang dapat fasilitas seperti ini hanya yang haji plus saja,” ujar Heriyanto. (azs/jp)

Laman:

1 2
0 Komentar