INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Barat.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan kehadiran Bupati Indramayu, Lucky Hakim dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Masalah Persampahan di Jawa Barat yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Ruang Rapat Bale Pakuan, Bandung, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda strategis kunjungan kerja Menteri Lingkungan Hidup yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan lingkungan. Mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, komunitas lingkungan, hingga tokoh budaya dilibatkan untuk menciptakan solusi pengelolaan sampah yang lebih integratif dan berkelanjutan.
Baca Juga:Hidupkan UMKM di Indramayu, Pemkab Perluas Area CFNModernisasi Pertanian di Indramayu, Sistem PM-AAS Bisa Hasilkan 10 Ton per Hektare
Dalam rapat tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM memberikan arahan tegas kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar mulai mengalihkan fokus pengelolaan sampah ke tingkat hulu. Menurutnya, penguatan pemilahan sampah harus dilakukan sejak dari rumah tangga, desa hingga kecamatan guna mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Bupati Indramayu, Lucky Hakim yang hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, juga turut meninjau langsung peralatan pengolah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang berada di lingkungan Gedung Sate.
Teknologi RDF tersebut dinilai menjadi salah satu solusi modern dalam pengelolaan sampah karena mampu mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara bagi kebutuhan industri.
“Kami di Indramayu sepakat bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuangnya ke TPA. Sesuai arahan Pak Gubernur, kunci utamanya adalah pemilahan di hulu. Kami akan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dan kecamatan agar sampah memiliki nilai guna kembali,” ujar Bupati Lucky Hakim di sela-sela peninjauan alat RDF.
Menurut Lucky Hakim, pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus pemberdayaan masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Pemerintah Kabupaten Indramayu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung inovasi pengelolaan sampah di daerah.
