Jigus Tinjau Lokasi, Pemkab Cirebon Siapkan Penanganan Terpadu Rob Ambulu

banjir rob di Desa Ambulu
CARI SOLUSI: Wakil Bupati Cirebon H Agus Kurniawan Budiman meninjau langsung ke sejumlah titik yang terdampak banjir rob di Desa Ambulu, kemarin. FOTO: DENY HAMDANI/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai mempercepat penanganan banjir rob yang selama bertahun-tahun melanda Desa Ambulu, Kecamatan Losari.

Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, turun langsung meninjau wilayah terdampak pada Selasa (26/5), untuk memastikan langkah penanganan segera dilakukan.

Dalam kunjungan tersebut, wakil bupati yang akrab disapa Jigus itu, memeriksa sejumlah titik yang selama ini menjadi jalur masuk air laut ke permukiman warga.

Baca Juga:Dinkes Imbau Warga Waspadai HantavirusInvestasi Kabupaten Cirebon Tembus Rp1,449 Triliun di Trwiulan 1, Ini Rinciannya

Kondisi tanggul, pintu air, hingga sistem pengendalian air menjadi fokus pengecekan lapangan.

Menurut Agus, persoalan rob di Ambulu memerlukan penanganan serius dan tidak dapat dilakukan secara parsial.

Pemerintah daerah, kata dia, tengah menyiapkan langkah cepat untuk mengurangi dampak rob sekaligus menyusun solusi jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

“Masalah ini harus segera ditangani. Warga tentu ingin merasa aman dan nyaman saat tinggal di rumahnya,” ujar Jigus di sela-sela peninjauan.

Berdasarkan hasil pengecekan, wilayah penanganan dibagi menjadi dua kawasan, yakni sisi timur dan barat Desa Ambulu.

Di wilayah timur, terdapat tanggul sepanjang sekitar 1,4 kilometer yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga.

Namun, beberapa bagian tanggul ditemukan mengalami kebocoran sehingga air laut masih masuk ke permukiman saat pasang.

Baca Juga:West Java Economic Society 2026 Hasilkan Lima Rekomendasi KebijakanGeruduk Kantor Bupati Cirebon, Warga Ambulu Desak Penanganan Serius Banjir Rob

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemkab Cirebon meminta dinas terkait segera melakukan perbaikan darurat pada titik-titik tanggul yang rawan jebol.

Sementara di wilayah barat, perhatian diarahkan pada optimalisasi pintu air dan peninggian area bekas jembatan yang posisinya lebih rendah dibanding badan jalan. Lokasi tersebut dinilai menjadi salah satu titik limpasan air laut ketika pasang terjadi.

Selain penanganan infrastruktur, pemerintah daerah juga memastikan bantuan sosial bagi warga terdampak terus berjalan. Tahun ini, Desa Ambulu memperoleh alokasi program rumah tidak layak huni (rutilahu) sebanyak lima unit.

Pemkab Cirebon juga menyiapkan bantuan untuk SD Negeri 3 Ambulu yang selama ini kerap terdampak genangan rob agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal.

“Nanti kita upayakan bantuannya supaya aktivitas belajar tidak terganggu karena banjir,” katanya.

0 Komentar