Bupati Dian juga menekankan bahwa keberhasilan para atlet tidak lepas dari peran pelatih, keluarga, NPCI, serta dukungan perangkat daerah. Ia mendorong agar pembinaan olahraga disabilitas di Kuningan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.
Menurutnya, prestasi ini membawa pesan kuat bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Filosofi different, but not less harus menjadi semangat bersama, khususnya bagi generasi muda.
“Prestasi mereka bukan hanya milik pribadi, tetapi milik seluruh masyarakat Kuningan. Ini menjadi motivasi bahwa siapa pun bisa berprestasi,” katanya.
Baca Juga:Masa Kerja Kurang dari Delapan Tahun, PPPK Cirebon Belum Bisa Isi Jabatan KepsekToto Siap Kawal Pembangunan Infrastruktur Desa ke Provinsi Jabar
Ketua NPCI Kuningan Wibawa Gumbira MPd mengungkapkan rasa bangganya atas capaian atlet-atlet NPCI Kuningan di ajang internasional. “Saya sangat bangga terhadap pencapaian atlet-atlet NPCI Kabupaten Kuningan yang berhasil meraih prestasi tertinggi di ajang internasional yang berlangsung di Thailand pada 20-26 Januari 2026. Kita berhasil membawa pulang empat medali emas dari tiga atlet,” ujarnya.
Ia menambahkan, ke depan NPCI Kuningan telah menyiapkan agenda besar, mulai dari Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) di Kota Bandung pada Agustus 2026 hingga Asia Paralympic Games di Nagoya, Jepang pada November 2026.
“Ini menjadi pekerjaan rumah karena kita akan menghadapi ajang yang levelnya lebih tinggi,” ungkapnya.
Pihaknya berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Kuningan serta Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan, agar para atlet dapat kembali meraih hasil maksimal.
Pemda Kuningan pun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian dan dukungan berkelanjutan bagi atlet. (ags)
