Pemerintah Dorong BHR Ojol Dibayar H-7

Airlangga Hartarto
UNTUK OJOL: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah mendorong penyaluran BHR bagi ojol dilakukan lebih awal, dengan batas akhir tujuh hari sebelum Idulfitri.Foto: Anisha Aprilia/disway
0 Komentar

RADARCIREBON.ID –Pemerintah meminta perusahaan aplikator ojek online mempercepat penyaluran Bonus Hari Raya (BHR) bagi mitra pengemudi agar manfaatnya benar-benar terasa menjelang puncak kebutuhan Lebaran. Target waktu pencairan yang didorong adalah paling lambat H-7 Idulfitri, bahkan idealnya sudah mulai disalurkan sejak H-14.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah mendorong penyaluran dilakukan lebih awal, dengan batas akhir tujuh hari sebelum Idulfitri. Pernyataan itu ia sampaikan usai pertemuan di kantornya, Selasa (3/3/2026).

“Kami mendorong penyaluran dilakukan lebih awal, H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:Heboh Pembongkaran Bangunan TK, Kuwu Guwa Kidul Klaim Sudah Ada Kesepakatan untuk Dibangun KDMPBuka Puasa Tematik dengan Hadiah Tabungan Umrah

Airlangga menjelaskan, total penerima BHR pada tahun ini mencapai sekitar 850 ribu mitra pengemudi, dengan nilai keseluruhan sekitar Rp220 miliar. Ia menyebut angka tersebut meningkat signifikan dibanding dua tahun sebelumnya, baik dari sisi nominal maupun jumlah penerima.

Menurut Airlangga, pada tahun lalu total BHR berada di kisaran Rp105–110 miliar. Ia menambahkan, dua aplikator besar—GoTo dan Grab—pada tahun lalu masing-masing menyiapkan sekitar Rp50 miliar. Tahun ini, alokasinya disebut meningkat menjadi sekitar Rp100–110 miliar per perusahaan, dengan jumlah penerima dari masing-masing aplikator sekitar 400 ribu mitra.

Selain GoTo dan Grab, Airlangga menyebut Maxim juga menyalurkan BHR kepada sekitar 51 ribu mitra. Ia membandingkan jumlah itu dengan tahun lalu yang disebut hanya mencakup sekitar 1.000 mitra, sehingga peningkatannya dinilai cukup besar.

“Maxim juga memberikan kepada 51.000 mitra sebagai penerima BHR. Tahun lalu 1.000 mitra, jadi Maxim meningkat juga besar, 51.000,” ucapnya.

Sementara itu, InDrive juga disebut menyalurkan BHR kepada sekitar 500 mitra pengemudi.

Terkait perlindungan sosial, Airlangga menambahkan bahwa hingga saat ini mitra pengemudi telah mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, khususnya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Pemerintah berharap percepatan penyaluran BHR dan penguatan perlindungan ini dapat membantu menjaga kesejahteraan pengemudi pada periode Lebaran.(dsw)

0 Komentar